‘Not Buying a Party’, Tapi Partai yang Memberi Sampan Politik

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Aceh Tamiang 2024 - 2029. Armia Fahmi - Ismail saat mendaftarkan diri ke KIP setempat.

Dan anehnya, mampu memojokkan pasangan lawan yang memainkan politik kotor, padahal merekalah yang tidak mampu. Ini tontonan propaganda pada grass roots untuk tidak dan membenci pasangan Armia Fahmi – Ismail.

Lalu siapa yang jelek?, adalah hidangan yang diberikan tidak mestinya, membuahkan tim ABS, Cabup-nya terbuai dengan yang disuguhkan, malah merugikan dirinya.

BACA JUGA...  Bupati Aceh Besar Lantik Eselon II dan III, Sulaiman, ST Jadi Dirut PDAM

Ini yang terjadi di Aceh Tamiang, eskalasi kampanye hitam meningkat [cara mudah cuci tangan] menjelekkan pasangan lawan begini dan begitu, padahal kebodohan ada pada diri sendiri. Akibat kurangnya telaah dan analisa.

Mereka lupa ada strategi Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman), tidak tahu apakah ini berla.ku pada tim lawan?.

BACA JUGA...  Dek Fadh Silaturahmi dengan Bos Blue Bird, Bahas Peluang Investasi Multisektor di Aceh

Seharusnya tidak menjelek-jelekkan lawan, namun ada baiknya berkaca pada kemampuan diri kita masing-masing, sudah benar atau belum apa yang dilakukan.

Kalau Keberatan Silakan Protes Partai

Ada pendapat lain, mengatakan; kalau keberatan dan protes silakan dengan Partai. Karena waktu, tahapan serta tenggat yang diberikan oleh partai sudah dilalui tetapi tidak membuahkan hasil.

BACA JUGA...  Soal Sarjani-Iriawan, Ini Kata Ulama Dan Tokoh Masyarakat Pidie

Dan kenapa calon mereka tidak mampu lalu gagal?, sejurus menjastifkasi agar mereka sebagai calonnya, bukan calon orang lain.