Dan anehnya, mampu memojokkan pasangan lawan yang memainkan politik kotor, padahal merekalah yang tidak mampu. Ini tontonan propaganda pada grass roots untuk tidak dan membenci pasangan Armia Fahmi – Ismail.
Lalu siapa yang jelek?, adalah hidangan yang diberikan tidak mestinya, membuahkan tim ABS, Cabup-nya terbuai dengan yang disuguhkan, malah merugikan dirinya.
Ini yang terjadi di Aceh Tamiang, eskalasi kampanye hitam meningkat [cara mudah cuci tangan] menjelekkan pasangan lawan begini dan begitu, padahal kebodohan ada pada diri sendiri. Akibat kurangnya telaah dan analisa.
Mereka lupa ada strategi Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman), tidak tahu apakah ini berla.ku pada tim lawan?.
Seharusnya tidak menjelek-jelekkan lawan, namun ada baiknya berkaca pada kemampuan diri kita masing-masing, sudah benar atau belum apa yang dilakukan.
Kalau Keberatan Silakan Protes Partai
Ada pendapat lain, mengatakan; kalau keberatan dan protes silakan dengan Partai. Karena waktu, tahapan serta tenggat yang diberikan oleh partai sudah dilalui tetapi tidak membuahkan hasil.
Dan kenapa calon mereka tidak mampu lalu gagal?, sejurus menjastifkasi agar mereka sebagai calonnya, bukan calon orang lain.




