“Saya bukan bagian dari Wayang Politik yang di Dalangi. Saya menjadi diri sendiri dari troli yang penuh berisi harapan masyarakat di Kota Langsa dan Aceh Tamiang untuk menjadi lebih baik lagi ke depan,” kata Bang Zek penuh makna.
KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id – Ada kata bijak terucap dari gerak bibir Bang Zek sapaan akrab Muhammad Zakiruddin Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Daerah Pemilihan (Dapil) 7; Kota Langsa dan Aceh Tamiang. “Berbuatlah jauh sebelum kita jadi sesuatu yang berarti bagi mereka,” Katanya berpilisofi.
Tamsilnya, melakukan sesuatu jangan jika ada perlu dan maunya baru dilaksanakan. Tetapi tanamlah sejak mampu untuk beramal dan berderma pada sesama yang membutuhkannya.
Itu sudah Bang Zek lakukan, jauh sebelum dia ikut mencalonkan diri sebagai Caleg DPRA. Terutama, warga dari kampung mana pun di Aceh Tamiang ini sangat familiar dengannya. Itu karena jiwanya yang supel dan dermawan.
Kata Bang Zek, menjadi Politisi bukanlah untuk berpolitik yang ambigual dan trivia. Tetapi lebih pada satu kebijakan yang bijak. Bisa diterima banyak orang menjadi sesuatu yang brilian.
Jangan menjadi seorang yang ‘Demagog’, warna dari pecundang penguasa. Apalagi itu ‘Bipolaritas’ yang salah, tentu akan menuai peseden, baik bagi personal ataupun kelompok tertentu.




