Kerusakan pada satu bagian dapat membawa konsekuensi pada bagian lainnya.
Muara yang Dangkal, Nelayan yang Terhambat
BEBERAPA bulan sebelumnya, kawasan Sungai Tamiang dan muara menghadapi persoalan sedimentasi.
Banjir besar pada akhir November 2025 membawa material dalam jumlah besar ke badan sungai dan kemudian menuju muara.
Endapan tersebut mengubah kondisi sejumlah bagian perairan.
Bagi nelayan, perubahan kedalaman sungai bukan sekadar persoalan teknis.
Jalur yang semakin dangkal dapat membuat perahu sulit melintas. Risiko kandas meningkat.
Waktu perjalanan dapat bertambah. Aktivitas keluar-masuk menuju kawasan tangkap pun menjadi lebih sulit.
Karena itu, pengerukan yang dilakukan Satgas Kuala TNI-Jhonlin mendapat perhatian masyarakat pesisir.
Dasar sungai dan muara dikeruk untuk membuka kembali jalur perairan yang mengalami pendangkalan.
Pekerjaan itu diharapkan membuat mobilitas perahu nelayan dari kawasan Seruway dan Bendahara menjadi lebih lancar.
Bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari laut dan sungai, kedalaman jalur perairan merupakan bagian dari keberlangsungan ekonomi mereka.
Daratan Baru di Tepi Muara
PENGERUKAN ternyata tidak hanya mengubah kondisi jalur air.
Material hasil pengerukan turut memengaruhi bentang pantai di sekitar Kuala Pusong Kapal.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: YSLI















