Kuala Pusong Kapal seakan memperlihatkan wajah lain dari kemerdekaan—ketika pembangunan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat harus berjalan dalam ruang yang sama.
Merah Putih Di Tepi Selat Malaka
PENGHORMATAN Bendera Merah Putih dipimpin Wakil Komandan II Satgas Kuala TNI-Jhonlin, Mayjen TNI Eston Yustinwan.
Eston berada di kawasan tersebut bukan semata dalam kapasitas sebagai pemimpin upacara. Ia juga memimpin kegiatan pengerukan dasar Sungai Tamiang di sekitar Muara Pusong Kapal.
Pekerjaan itu dilakukan untuk mengurangi persoalan pendangkalan yang terjadi setelah banjir hidrometeorologi besar pada penghujung November 2025. Material yang terbawa arus kemudian mengendap di sejumlah bagian sungai hingga kawasan muara.
Di tengah pekerjaan tersebut, peringatan kemerdekaan digelar.
Eston dalam sambutannya mengajak seluruh pihak melihat kemerdekaan sebagai momentum untuk terus bergerak menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik.
“Kita sama-sama menuju ke arah Indonesia sejahtera, Indonesia sehat, Indonesia pintar, dan Indonesia makmur.”
Kalimat itu terdengar sederhana di tepian muara. Namun, di kawasan seperti Kuala Pusong Kapal, makna kesejahteraan bersentuhan langsung dengan kondisi sungai, laut, hutan mangrove, jalur perahu, dan keberadaan biota yang hidup di dalamnya.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: YSLI















