Peringatan tersebut turut dihadiri perwakilan Bupati Aceh Tamiang, Drs. Irjen Pol. (Purn.) Armia Pahmi, M.H., yang diwakili Kepala Bagian Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, T. Zubaral Hadidsyah, S.T.
Unsur TNI, pemerintah daerah, pegiat konservasi dan masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur itu menggambarkan posisi Kuala Pusong Kapal sebagai kawasan yang memiliki banyak kepentingan sekaligus.
Ada kepentingan ekologis, ekonomi, sosial, hingga kepentingan pengelolaan sungai dan muara.
640 Anakan Menuju Habitat
SETELAH penghormatan terhadap Merah Putih, perhatian beralih kepada sesuatu yang jauh lebih kecil [namun memiliki arti besar bagi masa depan ekosistem pesisir].
Sebanyak 640 anakan Tuntong Laut dilepasliarkan.
Mereka merupakan hasil penetasan telur yang sebelumnya diamankan dan dikelola melalui kegiatan konservasi oleh Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI).
Bagi sebagian orang, pelepasliaran ratusan anak satwa mungkin terlihat sebagai kegiatan sederhana. Namun bagi konservasionis, setiap anakan yang berhasil kembali ke alam merupakan bagian dari perjalanan panjang mempertahankan populasi satwa tersebut.
Tuntong Laut merupakan satwa yang mendapat perlindungan dan kehidupannya sangat berkaitan dengan kondisi ekosistem pesisir.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: YSLI















