Di antara akar mangrove, berbagai jenis biota menemukan ruang untuk tumbuh dan berkembang. Kepiting, udang, ikan, hingga satwa lain menjadikan kawasan tersebut bagian dari siklus kehidupannya.
Termasuk Tuntong Laut.
Dalam konteks itu, mangrove bukan sekadar kumpulan pohon di tepi air. Ia merupakan bagian dari rumah besar ekosistem pesisir.
Ketika Mangrove Menjadi Sumber Penghidupan
BAGI masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pesisir, keberadaan mangrove juga memiliki arti ekonomi.
Ketua YSLI, Yusriono, melihat hubungan tersebut dari aktivitas masyarakat yang sehari-hari memanfaatkan sumber daya perairan.
Nelayan kepiting dan ikan mencari penghidupan di kawasan yang secara ekologis ditopang oleh ekosistem pesisir.
“Secara ekonomis, para nelayan kepiting dan ikan telah mengambil manfaat besar dari situ untuk mengais rezeki bagi kebutuhan keluarganya.”
Dengan demikian, keberhasilan konservasi tidak hanya dapat diukur dari jumlah satwa yang dilepasliarkan.
Ada ukuran lain yang tak kalah penting: apakah ekosistem tempat satwa itu hidup tetap mampu menopang kehidupan masyarakat?
Di Kuala Pusong Kapal, pertanyaan tersebut menjadi relevan.
Sebab, hutan mangrove, sungai, muara, laut dan aktivitas nelayan berada dalam satu bentang alam yang sama.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: YSLI















