Joko Guntoro, S.Sos., pendiri YSLI, melihat adanya perubahan pada kawasan pantai akibat material yang dikeluarkan dari dasar sungai dan muara.
“Pengerukan dasar sungai dan muara telah menyebabkan penambahan pantai. Nantinya daratan baru ini akan kita tanami pohon kelapa dan kayu mangrove. Jadi, keberadaan mereka di sini sangat menguntungkan bagi daerah Aceh Tamiang.”
Gagasan untuk menanami kawasan tersebut dengan kelapa dan mangrove menjadi bagian dari harapan agar ruang baru yang terbentuk dapat dikelola secara produktif sekaligus ekologis.
Namun, perubahan bentang pesisir bukan sesuatu yang dapat dilepaskan dari kebutuhan pengawasan.
Daratan baru, sedimentasi, perubahan garis pantai, dan aktivitas pengerukan merupakan bagian dari dinamika kawasan yang perlu dipantau secara berkelanjutan.
Pengelolaan tidak cukup hanya melihat apakah muara menjadi lebih dalam.
Perlu dilihat pula bagaimana perubahan tersebut memengaruhi pantai, mangrove, biota, jalur nelayan, dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Satu Muara, Banyak Kepentingan
KUALA Pusong Kapal memperlihatkan bahwa sebuah kawasan pesisir tidak pernah hanya memiliki satu cerita.
Di sana ada sungai yang harus dijaga.
Ada muara yang membutuhkan penanganan.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: YSLI















