Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Kamis, 27 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatihan bagi generasi muda, pertunjukan rutin, dokumentasi, festival budaya hingga pengenalan alat musik di lingkungan pendidikan dapat menjadi cara untuk mempertemukan Gegedem dengan generasi baru.

Media digital juga dapat dimanfaatkan.

Suara Gegedem dapat direkam dan diperkenalkan melalui platform digital. Proses pembuatannya dapat didokumentasikan. Cerita mengenai sejarah dan penggunaannya juga dapat dikemas dalam bentuk yang lebih dekat dengan anak muda.

BACA JUGA...  OSIS SMAN 1 Nurussalam Belajar Ilmu Kepemimpinan

Di sisi lain, keberadaan para pengrajin perlu mendapat perhatian.

Mereka bukan hanya pembuat alat musik, tetapi juga penjaga pengetahuan tradisional yang mungkin tidak tertulis dalam buku.

Jika keterampilan itu hilang, proses menghidupkan kembali Gegedem akan menjadi jauh lebih sulit.

Agar Suaranya Tidak Berhenti

Gegedem adalah salah satu suara yang lahir dari Tanah Gayo.

BACA JUGA...  Monumen Cinta Abadi Sultan Iskandar Muda untuk Putroe Phang

Ia pernah hadir dalam ruang adat, mengiringi kesenian dan bahkan dikaitkan dengan sejarah perjuangan masyarakat pada masa lalu.

Kini tantangannya berbeda.

Bukan lagi bagaimana menggunakan Gegedem dalam sebuah pertunjukan, tetapi bagaimana memastikan alat musik tersebut tetap dibuat, dimainkan dan dikenali oleh generasi yang akan datang.

Sebab ketika sebuah alat musik tradisional hilang, yang lenyap bukan hanya benda yang bisa dipukul dan menghasilkan suara.

BACA JUGA...  Lhok Guci Percontohan Kampung KB Di Aceh Jaya 

Berita Terkait

Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair
Likok Pulo: Ketika Syair, Gerak dan Nilai Islam Menyatu dalam Tari
Dikee Pam Aceh Jaya: Warisan Syair Maulid yang Tak Lekang Zaman
Di Balik Gerak Tari Bines, Tersimpan Syair dan Nasihat dari Tanah Gayo
Tari Dampeng Singkil, Ketika Gerak dan Musik Mengiringi Langkah Pengantin
Di Balik Tiang dan Ukiran, Ada Jejak Peradaban Rumoh Aceh
Rabbani Wahed: Energi Gerak, Lantunan Dzikir dan Warisan Budaya Aceh

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Likok Pulo: Ketika Syair, Gerak dan Nilai Islam Menyatu dalam Tari

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Dikee Pam Aceh Jaya: Warisan Syair Maulid yang Tak Lekang Zaman

Berita Terbaru

Anggota DPR-RI asal Aceh Muslim Ayub berfoto bersama jajaran Lapas Kelas IIA Banda Aceh, saat kunker ke rumah tahanan itu, Kamis, (3/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:46 WIB