HUKOM  

Matahukum Kantongi Informasi A1 dari Internal Kemendag, Desak Kejagung Usut Mafia Izin Impor

JAKARTA | MA —  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Matahukum, Mukhsin Nasir, melontarkan kritik keras terhadap karut-marut penerbitan Surat Persetujuan Impor (SPI) di Kementerian Perdagangan (Kemendag). Pria yang akrab disapa Daeng ini mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi informasi valid A1 dari sumber internal di lingkungan Kementerian Perdagangan dan para pengusaha impor mengenai adanya praktik “pilih kasih” yang sistematis dalam distribusi kuota impor.

BACA JUGA...  Mafia Proyek Harus Dibasmi

Mukhsin menegaskan, hambatan utama swasembada pangan yang dikeluhkan oleh Menteri Pertanian justru bersumber dari “penyakit” di dalam birokrasi Kemendag sendiri. Menurutnya, informasi dari orang dalam menyebutkan adanya diskriminasi nyata: karpet merah bagi korporasi besar, namun tembok tinggi bagi importir kecil.

Informasi Internal: Ada “Permainan” di Balik Layar

Mukhsin menyatakan bahwa data yang ia terima menunjukkan disparitas waktu proses yang tidak masuk akal. Sementara banyak pelaku usaha yang mengajukan permohonan sejak awal tahun namun “dibekukan” tanpa alasan jelas, terdapat segelintir kelompok usaha yang hanya butuh hitungan hari untuk mengantongi izin resmi.

BACA JUGA...  Diduga Gelapkan Buku Nasabah, YARA Laporkan BNI Syariah ke Polda Aceh

“Informasi yang kami terima dari sumber valid di dalam kementerian sangat benderang. Ada indikasi kuat bahwa sistem administrasi dimanipulasi untuk menguntungkan pihak tertentu. Fakta ini bukan sekadar desas-desus; kami memiliki data valid yang siap kami pertanggungjawabkan jika diperlukan oleh aparat penegak hukum,” tegas Mukhsin Nasir dalam keterangannya, Senin (27/4).