LSM di Aceh Selatan Desak  Kejati Aceh Usut Tuntas Proyek “Siluman” yang Asal Jadi

Sabtu, 20 Januari 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teuku Sukandi Ketua For-PAS Aceh Selatan yang "berani" menyorot proyek dewan yang bermasalah di Kota Fajar Aceh Selatan.(foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Teuku Sukandi Ketua For-PAS Aceh Selatan yang "berani" menyorot proyek dewan yang bermasalah di Kota Fajar Aceh Selatan.(foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN (MA) – Komunitas masyarakat sipil di  Aceh Selatan mendesak Kajati Aceh untuk mengusut tuntas  pembangunan drainase di Desa Simpang Empat/Kota Fajar, Aceh Selatan yang diduga syarat masalah.

Mulai dari tidak ada papan nama alias “siluman” sampai kepada masalah kualitas pekerjaan proyek yang dinilai sangat rendah.

Padahal biaya yang diserap dalam proyek itu berdasarkan penelusuran di ULP Propinsi Aceh senilai Rp.2,38 Milyar.

BACA JUGA...  Pasangan DAKAR Lolos Verifikasi Faktual Kedua

Salah satu komunitas sipil di Aceh Selatan yang berani menyorot proyek yang sarat dengan masalah itu yakni Forum Peduli Aceh Selatan (For-Pas).

Melalui koordinatornya Teuku Sukandi menyampaikan kepada media lewat rilisnya di Aceh Selatan, Sabtu, (20/1).

Menurutnya, pekerjaan pembangunan drainase ini sejak awal dikatakan proyek “siluman” di karenakan pekerjaan tidak mempunyai plang nama atau papan nama pekerjaan.

BACA JUGA...  Penerbangan Perintis Kembali Hadir di Bandara T. Cut Ali Tapaktuan 

Plang nama bertujuan untuk memberi tahu publik tentang keterangan nama pekerjaan, volume pekerjaan, jumlah anggaran pekerjaan, sumber anggaran dan siapa kontraktor pelaksanaan pekerjaannya sehingga masyarakat dapat mengetahui pembangunan apa yang sedang di kerjakan.

“Namun proyek ini sama sekali tidak membuat plang nama dimaksud,” katanya.

Maka dengan tidak adanya papan nama  tersebut masyarakat di Kota Fajar, Kluet Utara wajar mempertanyakan keberadaan proyek tersebut sehingga menyebut proyek sebagai proyek “siluman” yang jatuh dari langit.

BACA JUGA...  Dua Warga Meunggamat Surati Kapolri, Minta Perlindungan Hukum

Berita Terkait

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut
Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
KPK Usut Korupsi BPN
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku
Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik
Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu
Pinjam Scoopy Teman, Pria di Aceh Besar Malah Gadaikan Rp6 Juta

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

KPK Usut Korupsi BPN

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Kamis, 10 September 2026 - 17:40 WIB

Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku

Berita Terbaru

Peserta JPT Aceh Utara sedang mengikuti ujian.

PEMERINTAHAN

32 Peserta JPT Aceh Utara Tunggu Hasil Pansel

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:56 WIB

EDUKASI

HUT ke-81 TNI, Warga Terima Bantuan

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:45 WIB

Kepala cabang dinas pendidikan wilayah Aceh Utara Dr. Muhammad Johan, S. Pd,. M. Pd.

PEMERINTAHAN

Empat Siswa di Aceh Utara Tembus Final Nasional KSR 2026

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:57 WIB

EKBIS

Bank Aceh Tumbuh Positif, DPK Capai Rp27,58 Triliun

Rabu, 7 Okt 2026 - 07:52 WIB