HUKOM  

LSM di Aceh Selatan Desak  Kejati Aceh Usut Tuntas Proyek “Siluman” yang Asal Jadi

Teuku Sukandi Ketua For-PAS Aceh Selatan yang "berani" menyorot proyek dewan yang bermasalah di Kota Fajar Aceh Selatan.(foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN (MA) Komunitas masyarakat sipil di  Aceh Selatan mendesak Kajati Aceh untuk mengusut tuntas  pembangunan drainase di Desa Simpang Empat/Kota Fajar, Aceh Selatan yang diduga syarat masalah.

Mulai dari tidak ada papan nama alias “siluman” sampai kepada masalah kualitas pekerjaan proyek yang dinilai sangat rendah.

Padahal biaya yang diserap dalam proyek itu berdasarkan penelusuran di ULP Propinsi Aceh senilai Rp.2,38 Milyar.

BACA JUGA...  Ketua Kadin Lhokseumawe Ucapkan Selamat Kepada Wakapolda Aceh Baru

Salah satu komunitas sipil di Aceh Selatan yang berani menyorot proyek yang sarat dengan masalah itu yakni Forum Peduli Aceh Selatan (For-Pas).

Melalui koordinatornya Teuku Sukandi menyampaikan kepada media lewat rilisnya di Aceh Selatan, Sabtu, (20/1).

Menurutnya, pekerjaan pembangunan drainase ini sejak awal dikatakan proyek “siluman” di karenakan pekerjaan tidak mempunyai plang nama atau papan nama pekerjaan.

BACA JUGA...  Anggota DPRA Dan DPRK Peka Dalam Aspirasi Rakyat Aceh Selatan

Plang nama bertujuan untuk memberi tahu publik tentang keterangan nama pekerjaan, volume pekerjaan, jumlah anggaran pekerjaan, sumber anggaran dan siapa kontraktor pelaksanaan pekerjaannya sehingga masyarakat dapat mengetahui pembangunan apa yang sedang di kerjakan.

“Namun proyek ini sama sekali tidak membuat plang nama dimaksud,” katanya.

Maka dengan tidak adanya papan nama  tersebut masyarakat di Kota Fajar, Kluet Utara wajar mempertanyakan keberadaan proyek tersebut sehingga menyebut proyek sebagai proyek “siluman” yang jatuh dari langit.