“Alhamdulillah saya di terima langsung oleh Yunardi ketua PWI bersama awak media lainnya baik media cetak maupun media elektronik serta media online lainnya,” katanya.
Kedatangannya, ditunggu mereka dengan menyuguhkan segelas kopi yang masih hangat, berbincang-bincang membahas tentang info proyek siluman di Kota Fajar yang sudah menjadi pembicaraan luas di dalam masyarakat Aceh Selatan maupun masyarakat di luar Aceh Selatan yang telah memakan korban penganiyaan seorang awak media gara-gara memberitakan proyek siluman tersebut.
Kesimpulannya, demikian Teuku Sukandi, mendorong wartawan dan para awak media yang di komandoi oleh Yunardi ketua PWI Aceh Selatan dengan segala kesadaran dalam mengemban tugas dan kewajibannya sebagai Jurnalis bersepakat selepas shalat
Jum’at, (19/1) untuk melakukan tinjauan dan menginvestigasi di lokasi proyek siluman tersebut.
Setelah itu, dia mendapat keterangan bahwa ternyata pekerjaan bangunan drainase ini bagaikan “ular yang sedang melata di jalan raya”. Itu membuktikan pelaksanaan proyek yang asal jadi.
“Ini disebabkan oleh proyek yang disembunyikan,” katanya.
“Oleh karena itu saya meminta Kejati Aceh untuk mengusut tuntas paket proyek siluman yang di duga berasal dari Pokir anggota DPR Aceh ini,” kata pimpinan LSM For-Pas Teuku Sukandi.(Tim).




