Tidak sedikit informasi agama yang disebarluaskan tanpa landasan yang kuat, sehingga penting bagi umat untuk mampu berpikir kritis dan tidak hanya mengikuti secara taklid.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ijtihad menjadi semakin relevan untuk menjawab tantangan zaman.
Penutup
Ijtihad menjadi fondasi penting untuk menjaga fleksibilitas dan relevansi Islam dalam menghadapi tantangan zaman.
Sementara taklid masih memiliki tempatnya, utamanya bagi mereka yang belum mampu berijtihad, terlalu bergantung pada taklid dapat menghambat kemajuan pemikiran agama.
Oleh karena itu, umat Islam perlu terus belajar, berpikir kritis, dan mendalami agama agar dapat menghadapi dinamika kehidupan modern dengan bijaksana. [].
[Penulis; Farhan Syardhi : Mahasiswa STEI SEBI Prodi Ekonomi Syari’ah]















