Ketika Pena Dituduh Berdusta

Minggu, 19 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika Pena Dituduh Berdusta. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Ketika Pena Dituduh Berdusta. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

“Musuh utama wartawan profesional adalah kebohongan. Maka menuduh wartawan sebagai pembohong sama dengan menghina kebenaran itu sendiri.”

[Nasir Nurdin, Ketua PWI Aceh].

DI BANDA ACEH, siang itu, layar-layar ponsel bergetar hampir bersamaan. Sebuah video dari akun TikTok bernama Saif Lofitr beredar cepat ke berbagai grup WhatsApp wartawan, termasuk grup resmi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh.

BACA JUGA...  Ketika Pemuda Tak Lagi Menunggu, Tapi Bergerak Membangun

Dalam video berdurasi tak sampai satu menit itu, pria berbahasa Aceh dengan nada santai tapi menusuk berkata;

“Meunyoe berita dari wartawan, dari jameun keu jameun memang hanjeut tapateh syadara, le sulet…” [“Kalau berita dari wartawan, dari masa ke masa memang tak bisa dipercaya, banyak bohong.”]

Kalimat sederhana itu, diucapkan tanpa beban, tiba-tiba menjadi bara. Di balik layar, ratusan wartawan di Aceh; yang pernah menulis di tengah desing peluru, bertahan dalam ancaman, dan menuliskan kebenaran dengan risiko hidup [merasa dihina].

BACA JUGA...  Melawan Lupa, Kisah Negeri Empat Mata Angin

Luka dari Ucapan yang Ringan

Video itu pertama kali dibagikan oleh Ketua Dewan Kehormaatan PWI Aceh, HT Anwar Ibrahim, ke grup anggota PWI Aceh, Kamis, 16 Oktober 2025. Tak butuh lama, komentar pun meledak seperti korek yang menyulut bensin.

“Sekarang bilang jangan percaya wartawan. Dia perlu wartawan kalau nanti ada kehilangan, keluarga diperkosa, dan tindak kejahatan lain,” tulis Azwani Awi.

Ketua PWI Sabang, Jalaluddin ZKY, menimpali tajam: “Kenapa belum dilaporkan ke pihak berwajib? Ini pelecehan terhadap tugas wartawan.”

BACA JUGA...  ARMIA PAHMI DI GARIS DEPAN

Berita Terkait

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 13:44 WIB

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 September 2026 - 10:34 WIB

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Berita Terbaru

EKBIS

Gubernur Aceh Pimpin RUPSLB Bank Aceh

Kamis, 3 Sep 2026 - 20:03 WIB

FEATURE

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 Sep 2026 - 13:44 WIB

FEATURE

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Kamis, 3 Sep 2026 - 10:34 WIB