“Saya tidak akan membiarkan satu pun warga Aceh Tamiang kehilangan haknya. Negara harus hadir, dan saya memastikan kehadiran itu nyata, bukan sekadar janji.”
[Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang].
- Ketika Demonstrasi Bertemu Komitmen Pemulihan Banjir Aceh Tamiang
HALAMAN Kantor Bupati Aceh Tamiang. Kamis, 12 Februari 2026 lalu, tidak sekadar menjadi ruang penyampaian aspirasi. Ia berubah menjadi ruang uji kepemimpinan.
Sejumlah LSM dan elemen masyarakat datang membawa tuntutan; kejelasan bantuan, transparansi data, dan kepastian nasib warga yang terdampak banjir bandang.
Di tengah barisan massa, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, berdiri langsung menyambut mereka. Didampingi Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi dan Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH, ia memilih berdialog, bukan berjarak.
BERTAHAN SEJAK HARI PERTAMA
DALAM pernyataannya, Armia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meninggalkan daerah sejak hari pertama bencana melanda.
“Sejak hari pertama bencana, saya tidak pernah meninggalkan Aceh Tamiang. Saya ingin memastikan masyarakat tidak sendiri menghadapi musibah ini dan bantuan tersalurkan dengan baik.”
Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Data logistik menunjukkan stok beras di Gudang Bulog masih tersedia lebih dari 1.000 ton dan telah diusulkan untuk bantuan sosial.





