Ketika Pemimpin Menunduk, Rakyat Merasa Dilihat

Sabtu, 1 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika Pemimpin Menunduk, Rakyat Merasa Dilihat. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | DigitalArt].

Ketika Pemimpin Menunduk, Rakyat Merasa Dilihat. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | DigitalArt].

“Rakyat kita tidak butuh belas kasihan, tapi peluang untuk bekerja dan tumbuh.”

[Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., Bupati Aceh Tamiang].

PAGI, Jumat itu, udara masih dingin di Kampung Sukaramai, Kecamatan Rantau. Kabut tipis masih menggantung di antara pohon-pohon pinang dan rumpun bambu.

Di kejauhan, suara ayam berkokok bersahutan dengan langkah kaki seorang lelaki yang menyusuri jalan rabat beton tampak mulai keropos.

BACA JUGA...  Dari Aceh Tamiang ke Langkat; Kisah tentang Harapan yang Disatukan oleh CSR

Ia berjalan tanpa pengawalan berlebihan, hanya ditemani beberapa staf dan seorang camat. Di tangannya, map cokelat berisi catatan kecil tentang kondisi kampung.

Lelaki itu adalah Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., Bupati Aceh Tamiang.

Armia memilih meninggalkan ruang kerja berpendingin udara dan menukar sepatu dinasnya dengan sepatu lapangan.

Ia datang bukan untuk memberi sambutan, melainkan untuk melihat langsung kehidupan rakyatnya dari jarak sedekat, mungkin; [dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah].

BACA JUGA...  Rukol Sesi 1 Modul 2.3 PGP A8 BGP Lampung

Dari Laporan ke Kenyataan.

Sebelum langkah pertamanya di Sukaramai, Armia sudah menerima tumpukan laporan dari berbagai dinas, data kemiskinan, angka stunting, program bantuan sosial, dan potensi ekonomi pedesaan. Namun, semua itu tak cukup baginya.

“Laporan itu penting, tapi sering kali tak berwajah manusia,” katanya kepada penulis. “Saya ingin melihat sendiri, bagaimana hidup dijalani di balik angka-angka itu.”

Kata Armia, blusukan menjadi caranya membaca realitas tanpa filter birokrasi. Ia menyusuri gang kecil di antara rumah papan, sebagian besar berdiri di atas tanah yang becek dan lembap.

BACA JUGA...  Jalan yang Berbelok dari Nurani

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB