Seyogianya, jauh sebelum dilakukan drilling. Pihak manajemen PT.KP lakukan aspek non teknis, sebelum dilakukan drilling. Apalagi sudah melakukan kontrak kerja sama dengan Pertamina EP Rantau. Tentunya pihaknya sudah mengantongi tenaga skill teknis dan non teknis.
Jika kita melihat bisa saja indikasi kesalahan di PT.KP karena belum memiliki Skill kepemimpinan. Sebab, profesional yang ingin maju di sektor migas perlu memiliki kualitas kepemimpinan yang kuat.
Mereka harus memiliki kapasitas untuk memimpin dan mendorong orang lain, membuat pilihan, dan menerima pertanggungjawaban atas perbuatan mereka.
Mereka harus mampu memberikan contoh bagi orang lain untuk diikuti dan mengartikulasikan visi yang jelas bagi perusahaan. Apakah itu sudah dimiliki oleh kepemimpinan di BUMD PT.KP?. Kiranya jawaban itu ada di manajemen PT.KP.
Agar tidak merugi pihak manajemen PT.KP harus memiliki pengetahuan tentang reaksi kimia, termodinamika, dan perpindahan massa. Insinyur proses perlu memiliki keterampilan untuk merancang, mengoperasikan, dan memelihara peralatan pengilangan, mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah produksi, dan mengoptimalkan proses pengilangan.
Lalu keterampilan teknis, ada beberapa keterampilan lain untuk industri minyak dan gas yang penting untuk bekerja. Keterampilan ini meliputi:















