Jalan Terjal Menuju Sekolah di Hulu Tamiang

Kamis, 23 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Terjal Menuju Sekolah di Hulu Tamiang. Catatan Syawaluddin Ksp Redaktur Pelaksana mediaaceh.co.id.

Jalan Terjal Menuju Sekolah di Hulu Tamiang. Catatan Syawaluddin Ksp Redaktur Pelaksana mediaaceh.co.id.

“Pendidikan sejati adalah keberanian untuk menyeberangi lumpur demi cahaya. Bukan karena kewajiban, tapi karena cinta pada masa depan anak-anak bangsa.”

[Syawaluddin Ksp. Redaktur Pelaksana mediaaceh.co.id].

DI ACEH TAMIANG, pendidikan berjalan di atas dua dunia. Di hilir, sekolah-sekolah berdiri megah, sinyal internet menjangkau ruang kelas, dan guru bisa mengakses pelatihan daring kapan saja.

BACA JUGA...  Kelola Sumur Minyak Eks Tajakan Pertamina, BUMD PT.KP Rugi Rp1,9 Miliar, Salah Pengelolaan?

Sementara di hulu [wilayah pegunungan dan pedalaman yang jauh dari pusat kabupaten] pendidikan sering kali harus bertarung dengan lumpur, hujan, dan jarak.

Setiap musim penghujan tiba, jalan menuju sekolah berubah menjadi kubangan. Sepeda motor tak bisa lewat.

Anak-anak berjalan kaki berjam-jam, sebagian bahkan menyeberangi sungai dengan perahu sederhana.

Guru yang datang ke sana bukan hanya mengajar, tapi juga berjuang. Mereka adalah wajah paling nyata dari dedikasi; mengajar dengan keterbatasan, namun tak kehilangan makna.

BACA JUGA...  NEGARA YANG LUPA MENGHITUNG PENYEWA

Namun di balik semangat itu, ketimpangan mutu pendidikan antara wilayah hulu dan hilir masih menganga lebar.

Data nasional kerap menutupinya, tapi di lapangan, ketimpangan itu terasa, sekolah tanpa guru tetap, fasilitas belajar yang seadanya, dan akses literasi digital yang nyaris tak ada.

Berita Terkait

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko
60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
Konfirmasi Bukan Ancaman; Ketika Pertanyaan Sederhana Dijawab dengan Birokrasi
Menunggu Negara di Skema Bantuan Banjir Aceh Tamiang
NEGARA YANG LUPA MENGHITUNG PENYEWA
Negara Absen, Hutan Mangrove Dikorbankan
‘Abi’ Ilegal dan ‘Sengkuni’ Mafia Proyek

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:12 WIB

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Senin, 25 Mei 2026 - 12:45 WIB

Konfirmasi Bukan Ancaman; Ketika Pertanyaan Sederhana Dijawab dengan Birokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:17 WIB

Menunggu Negara di Skema Bantuan Banjir Aceh Tamiang

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB