Organisasi global dan akademisi telah mengangkat isu ini ke panggung serius. AI yang cerdas harus diimbangi dengan kebijakan yang bijak. Teknologi sebesar ini tak boleh berjalan tanpa etika yang kuat.
Penutup: Saatnya Menjadi Manusia yang Cerdas, Bukan Sekadar Pengguna
Kita hidup di era di mana kecerdasan buatan bukan hanya alat, tapi mitra. Maka pertanyaannya bukan lagi “sejauh mana AI bisa berkembang?”, tapi “sejauh mana manusia siap tumbuh bersamanya?”
Menjadi pengguna yang cerdas, bertanggung jawab, dan reflektif adalah syarat mutlak di zaman ini. AI memang cerdas, tapi tetap manusialah yang menentukan arah dunia. (*)
Penulis : Rizki Maulana Mahasiswa Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah.















