Oleh: Ahmad Syarkawi
Desa–desa di Aceh Selatan hari ini sedang berada dalam fase transisi, karena banyak yang masih dijabat oleh pelaksana harian (Plh) atau pelaksana tugas (Plt).
Sementara itu, pemilihan kepala desa atau keuchik definitif telah di ambang pintu.
Dalam situasi seperti ini, menjadi penting untuk menaruh perhatian serius terhadap arah dan kualitas kepemimpinan desa ke depan.
Kepala desa bukan semata figur administratif. Ia adalah wajah terdepan pemerintahan lokal yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Dalam konteks Aceh Selatan, di mana adat masih hidup dan nilai-nilai sosial keagamaan begitu dijunjung tinggi, maka pemimpin desa idealnya hadir sebagai sosok yang memiliki visi membangun atau visioner sekaligus memahami akar budaya yang menghidupi masyarakatnya.
Tidak berlebihan jika masyarakat berharap calon kepala desa nanti memiliki wawasan yang luas dan mempunyai pemahaman jelas tentang pembangunan desa—baik secara fisik, karakteristik–maupun sosial.
Profilnya, diharapkan mampu menjadi penghubung antara berbagai lapisan masyarakat, tidak memihak (independen), dan bersikap adil dalam mengelola perbedaan pandangan.
Figur pemimpin yang mapan secara ekonomi juga menjadi pertimbangan, walaupun kemapanan bukan soal kekayaan pribadi, melainkan tanda kesiapan untuk tidak menggantungkan kepentingan pribadi pada jabatan yang diemban.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















