KAYU-KAYU YANG HILANG, KEJUJURAN YANG DIPERTANYAKAN

Minggu, 11 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tanpa transparansi, pemulihan berisiko berubah menjadi ruang abu-abu; tempat kepentingan publik dan kepentingan lain berkelindan tanpa pengawasan.

Ketiadaan penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kemudian memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar;

apakah pengelolaan kayu log pascabencana ini sekadar urusan teknis lapangan, atau telah menyentuh persoalan tata kelola dan akuntabilitas kekuasaan?

BACA JUGA...  Rukol Sesi 1 Modul 2.3 PGP A8 BGP Lampung

Bagi warga Tanjung Karang dan Menanggini, persoalan ini bukan soal prosedur administratif semata. Ini adalah soal keadilan, hak untuk tahu, dan rasa dihargai sebagai warga negara [di saat mereka berada pada posisi paling rentan].

Dari kegelisahan itulah suara kritis pegiat lingkungan kembali mengemuka. Mereka menagih keterbukaan dan keberpihakan pemerintah, agar pemulihan tidak berhenti pada pembersihan fisik, tetapi juga menyentuh pemulihan kepercayaan publik yang tergerus oleh diamnya negara.

BACA JUGA...  Mengenal Pajak Pertambahan Nilai Dalam Pengelolaan Keuangan APBN Tahun 2022

“Hemat saya, kayu-kayu yang sudah ditumpuk dan diberi nomor sejak pembersihan 23 Desember 2025 hingga saat ini harus dijelaskan secara terbuka. Ke mana dibawa dan di lokasi mana disimpan. Ini penting, karena sebagian kayu tersebut masih layak dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk Huntara atau Huntap.” Karang Baru, 30 Desember 2025

KAYU, HUKUM, DAN RUANG KRISIS

BACA JUGA...  SAYA BERSUMPAH PASTI ADA DI SINI!

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Pansus DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Catatan Pansus DPRK Aceh Tengah Tentang Bencana 

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:52 WIB

Saat Azhari warga Gampong Teuping Gajah dirujuk ke RSUD Cut Mutia.

KESEHATAN

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:29 WIB

Geuchik Gampong Buket Jrat Manyang Dahlawi yang didampingi oleh Ketua Kopdes Merah Putih Gampong dan Babinsa Koramil 014/Tja saat menerima Mobil Kopdes Merah Putih di Makodim 0103/Aut, Senin (12/10).

PEMERINTAHAN

Dua Gampong di Tanah Jambo Aye Terima Mobil Kopdes Merah Putih

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:21 WIB

Kantor DPRK Aceh Selatan di Jalan Syech Abdurrauf  Tapaktuan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Program KAS 2027 Menuai Kritik

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:51 WIB

PEMERINTAHAN

Pemkab Aceh Barat Raih Rekor MURI di Malam Penutupan HUT 438

Senin, 12 Okt 2026 - 19:50 WIB