KAYU-KAYU YANG HILANG, KEJUJURAN YANG DIPERTANYAKAN

Minggu, 11 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Alat berat dikerahkan. Kayu-kayu log disusun rapi, diberi tanda dan nomor, lalu diangkut menggunakan truk-truk besar. Secara kasat mata, negara tampak bekerja.

Namun bagi warga Kampung Tanjung Karang dan Menanggini [dua wilayah yang menjadi titik timbunan kayu terbesar akibat bencana ekologi] kerja negara itu menyisakan ruang kosong bernama penjelasan.

Ke mana kayu-kayu tersebut dibawa?, Di mana disimpan?

Siapa yang mengelola dan untuk kepentingan apa?

Pertanyaan-pertanyaan itu menggantung di tengah situasi yang belum pulih sepenuhnya. Sebagian warga masih bertahan di hunian darurat. Sebagian lain membersihkan sisa lumpur dengan peralatan seadanya, berupaya menyelamatkan apa yang tersisa dari hidup mereka.

BACA JUGA...  Batu Pertama di Pasir Putih: Menanam Harapan di Tanah Merah Putih

Ironisnya, kayu-kayu yang dinilai masih layak [yang secara logika kemanusiaan bisa dimanfaatkan untuk membangun Huntara atau Huntap sederhana] justru lenyap tanpa informasi yang dapat diakses publik. Bagi warga terdampak, kayu itu bukan sekadar material, melainkan harapan untuk bangkit, walau perlahan.

Dalam konteks emergency recovery, keterbukaan seharusnya menjadi fondasi utama. Setiap kebijakan, terlebih yang menyangkut sumber daya alam bernilai ekonomi, wajib dijelaskan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketika negara hadir membersihkan sisa bencana, negara juga berkewajiban menjaga kepercayaan warganya.

BACA JUGA...  Mafia dan Politik Uang: Ancaman Terhadap Demokrasi di Pemilihan Kepala Daerah

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Pansus DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Catatan Pansus DPRK Aceh Tengah Tentang Bencana 

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:52 WIB

Saat Azhari warga Gampong Teuping Gajah dirujuk ke RSUD Cut Mutia.

KESEHATAN

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:29 WIB

Geuchik Gampong Buket Jrat Manyang Dahlawi yang didampingi oleh Ketua Kopdes Merah Putih Gampong dan Babinsa Koramil 014/Tja saat menerima Mobil Kopdes Merah Putih di Makodim 0103/Aut, Senin (12/10).

PEMERINTAHAN

Dua Gampong di Tanah Jambo Aye Terima Mobil Kopdes Merah Putih

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:21 WIB

Kantor DPRK Aceh Selatan di Jalan Syech Abdurrauf  Tapaktuan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Program KAS 2027 Menuai Kritik

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:51 WIB

PEMERINTAHAN

Pemkab Aceh Barat Raih Rekor MURI di Malam Penutupan HUT 438

Senin, 12 Okt 2026 - 19:50 WIB