Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko Harapkan Personel Polri  Paham Post-Truth

Rabu, 22 November 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko yang berkunjung ke Aceh Selatan disambut jajaran Polres dan pengurus Bhayangkari setempat di Mapolres Aceh Selatan, Rabu, (23/11).(Photo/mediaaceh.co.id/istimewa).

Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko yang berkunjung ke Aceh Selatan disambut jajaran Polres dan pengurus Bhayangkari setempat di Mapolres Aceh Selatan, Rabu, (23/11).(Photo/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN (MA) – Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko mengatakan, seiring berkembangnya teknologi, maka penyaluran dan penyebaran informasi juga makin mudah, sehingga ikut berdampak terhadap lahirnya post-truth.

Achmad Kartiko menjelaskan, post-truth merupakan suatu kondisi penyebaran informasi, di mana fakta aktual digantikan dengan daya tarik emosi dan perasaan dalam memahami suatu informasi sebagai upaya mempengaruhi opini publik sesuai kepentingan si penyebar informasi.

BACA JUGA...  Sengkarut di RSUDZA, Dari Persoalan Pengadaan Alkes Hingga Penempatan Kroni

Oleh karena itu, alumni Akabri 1991 itu meminta para personelnya agar memahami apa itu post-truth.

Harus mengerti pula, apa itu penyebaran berita palsu, hoaks, ujaran kebencian, serta mengetahui batasan-batasan dalam mengomentari dan memverifikasi informasi, serta menghindari provokasi informasi di media sosial.

“Teknologi makin canggih, terutama dalam penyebaran informasi. Oleh karena itu, kita selaku anggota Polri harus paham apa itu post-truth,” kata Brigjen Achmad Kartiko  memberikan pengarahan kepada personel serangkaian kunjungannya di Polres Aceh Selatan, Rabu, (22/11).

BACA JUGA...  KKJ Aceh Sikapi Penganiayaan terhadap Wartawan di Pijay 

Karena para pelaku post-truth, katanya, memiliki tujuan lebih dari sekadar menyebarkan berita bohong, tetapi membuat seseorang mempercayai suatu data terlepas dari ada atau tidaknya bukti. “Ini bahaya terhadap informasi yang diterima masyarakat. Sekali lagi, kita harus pahami itu,” tambah Achmad Kartiko.

Berita Terkait

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut
Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
KPK Usut Korupsi BPN
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku
Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik
Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu
Pinjam Scoopy Teman, Pria di Aceh Besar Malah Gadaikan Rp6 Juta

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

KPK Usut Korupsi BPN

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Kamis, 10 September 2026 - 17:40 WIB

Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Musriadi Aswad: Pentingnya Sekolah Bebas Bullying 

Senin, 12 Okt 2026 - 18:49 WIB

POLITIK

Mohd Amin Kembali Pimpin Golkar Bener Meriah

Senin, 12 Okt 2026 - 18:18 WIB