BIREUEN (MA) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H, harga daging meugang yang dipasarkan di Bireuen tetap bertahan di angka Rp. 180 ribu perkilogram hingga siang hari. Harga ini masih sama seperti harga daging meugang pada hari raya Idul Fitri beberapa waktu lalu.
Salah seorang penjual daging meugang, Sofyan Agani, mengungkapkan bahwa harga daging pada periode meugang kali ini mengalami peningkatan penjualan hingga Rp. 180 ribu perkilogram. “Mungkin karena jumlah penjual daging sedikit berkurang mengingat Hari Raya Idul Adha yang biasanya banyak daging kurban. Mungkin mereka trauma dengan kejadian meugang yang lalu,” ujarnya sambil tersenyum.
Para penjual daging di sekitaran kota Bireuen mengakui adanya peningkatan harga tersebut, meskipun harga tersebut hampir sama dengan harga daging meugang saat Hari Raya Idul Fitri yang lalu.
Pada hari pertama meugang, Sabtu (15/6), para penjual tetap bertahan berjualan hingga tengah malam dengan harga yang tetap di angka Rp. 180 ribu per kilogram. Meskipun pada siang harinya sepi pembeli, harga tetap tidak mengalami perubahan.
Ketua Lapak, M Yusuf Ahmad, mengakui bahwa jumlah pembeli relatif sedikit sehingga harga tetap bertahan hingga malam hari di angka Rp 180 ribu per kilogram. “Namun mudah-mudahan keesokan harinya, Minggu (16/6), penjualan daging meningkat dengan harga yang lebih baik,” ujarnya. Untuk meugang kali ini, pihaknya telah mempersiapkan 150-160 lapak untuk para pedagang. “Tapi itu tidak pasti, ada kalanya calon pedagang membatalkan penjualannya,” tambahnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














