Hutan yang Dikhianati: Krisis Tata Kelola, Ketamakan, dan Masa Depan Aceh

Selasa, 6 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok : Iqbal Peudada, Bireuen.

Dok : Iqbal Peudada, Bireuen.

 

Oleh: Iqbal 

Fenomena perambahan hutan lindung dan hutan adat secara ilegal, seperti yang terjadi di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh, merupakan cerminan nyata dari krisis multidimensi yang berakar pada ketidakpekaan struktural dan kegagalan sistemik dalam tata kelola lingkungan serta pemerintahan lokal.

Ketika para pemangku kebijakan, mulai dari pejabat daerah, aparat penegak hukum, legislatif, camat, hingga tokoh adat dan aparatur desa, gagal merespons suara masyarakat yang menyerukan penyelamatan hutan, maka yang lahir adalah pembiaran kolektif terhadap praktik-praktik eksploitatif yang merusak tatanan ekologis dan sosial.

BACA JUGA...  Aceh Kembali Diguncang Gempa Berkekuatan 5,5 Skala Richter

Padahal, setiap elemen dalam masyarakat merupakan bagian dari sistem yang saling terhubung. Ketika satu elemen gagal menjalankan fungsinya, maka seluruh sistem akan mengalami disfungsi. Pembiaran terhadap alih fungsi kawasan hutan menjadi kebun sawit oleh pemilik modal, maraknya aktivitas tambang ilegal seperti di kawasan Batu Gajah, galian C, hingga tambang emas tanpa izin, bukan sekadar menunjukkan lemahnya pengawasan negara.

BACA JUGA...  RSUD Muda Sedia, Sudah Idealkah?

Lebih jauh, kondisi ini mengindikasikan adanya moral hazard, di mana aktor-aktor tertentu mengambil keuntungan pribadi dengan mengorbankan kepentingan publik dan keberlanjutan lingkungan.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:42 WIB