Hutan yang Dikhianati: Krisis Tata Kelola, Ketamakan, dan Masa Depan Aceh

Selasa, 6 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok : Iqbal Peudada, Bireuen.

Dok : Iqbal Peudada, Bireuen.

Dalam kerangka etika lingkungan, filsuf Hans Jonas melalui gagasan The Imperative of Responsibility menegaskan bahwa dalam era modern manusia harus bertindak seolah-olah konsekuensi tindakannya akan menentukan kelangsungan hidup umat manusia. Dengan demikian, sikap abai terhadap kerusakan hutan dan ekosistem bukan hanya pengkhianatan terhadap masyarakat hari ini, tetapi juga kejahatan moral terhadap generasi mendatang yang akan menanggung dampaknya.

BACA JUGA...  Peran Perempuan untuk Menyelamatkan Ekosistem Leuser

Banjir bandang dan longsor yang melanda sedikitnya 18 kabupaten/kota di Aceh sejatinya merupakan manifestasi ekologis dari ketimpangan struktural dan ketamakan ekonomi. Konflik sumber daya alam yang muncul kemudian bukan semata persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan kekuasaan, akses, dan ketidakadilan distribusi. Ketika masyarakat adat dan lokal hanya dijadikan tameng legalitas oleh para pemodal, yang terjadi adalah ekstraksi tanpa partisipasi dan eksploitasi tanpa kompensasi yang adil.

BACA JUGA...  Nazar SIRA: Jangan Pilih Calon Gubernur "Berotak" Marginal

Sudah saatnya dibangun kesadaran kolektif bahwa hutan bukanlah ruang kosong yang bebas dieksploitasi, melainkan entitas hidup yang menopang keberlangsungan kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat harus kembali pada prinsip kearifan lokal yang menjunjung tinggi harmoni antara manusia dan alam. Sebab, sebagaimana diingatkan Mahatma Gandhi, “Bumi menyediakan cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap manusia, tetapi tidak untuk memenuhi keserakahan setiap manusia.”

BACA JUGA...  SKPI Pembodohan Bagi Mahasiswa?

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:42 WIB