Geranat Gelar Aksi Damai Tuntut Janji Kampanye Akmal-Muslizar

Selasa, 11 Juni 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa yang tergabung dalam Geranat menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Abdya menuntut Realisasi Janji Kampanye Akmal-Muslizar MT.

Mahasiswa yang tergabung dalam Geranat menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Abdya menuntut Realisasi Janji Kampanye Akmal-Muslizar MT.

Abdya (ADC) – Seratusan mahasiswa Aceh Barat Daya (Abdya) dari berbagai organisasi yang tergabung Gerakan Abdya Sejahtera (Geranat) menggelar aksi damai menuntut realisasi janji-janji politik kepemimpinan Akmal Ibrahim SH-Muslizar MT sebagai bupati dan wakil bupati kabupaten setempat. Selasa (11/6/2019).

Aksi yang merupakan bentuk refleksi menjelang dua tahun kepemimpinan Akmal-Muslizar itu dimulai dari Lapangan Persada Blangpidie dan berakhir di halam kantor bupati Abdya tersebut sejumlah orator dari berbagai organisasi mahasiswa yang ada di Abdya dan Banda Aceh itu menuntut kepemimpinan Akmal-Muslizar merealisasikan seluruh visi-misi pada Pilkada 2017 lalu.

Dalam orasi tersebut, selain meminta Akmal Ibrahim-Muslizar MT untuk merealisasi janji kampanye, para peserta aksi juga menyampaikan sejumlah aspiranya, seperti mendesak pemerintah Abdya menuntaskan pembangunan yang belum selesai serta memanfaatkan insfrastruktur yang sudah selesai seperi Pendopo Bupati di Desa Lhung Tarok, Blangpidie.

BACA JUGA...  GeRMAS Asel Desak Bupati HMW Copot Direktur RSUD-YA 

Selain itu, mahasiswa juga meminta, pemerintah untuk peduli terhadap dunia pendidikan dan berperan aktif dalam mencari solusi dalam hal permasalahan keberadaan kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) yang sudah dua tahun tidak ada kejelasannya.

Selanjutnya, pihak mahasiswa mendesak pemerintah untuk mengajukan keberatan kepada Kementrian ATR/BPN yang telah mengeluarkan izin HGU kepada PT CA serta mendesak pemerintah mengajukan gugatan ke MK untuk membatalkan izin HGU tersebut.

Terakhir, mahasiswa meminta pemerintah untuk memperhatikan nasib petani yang diakibatkan tidak stabilnya harga gabah dan tandan sawit. Pemerintah juga diminta untuk segera mencari solusi kongkrit terhadap permasalahan anjloknya harga gabah dan sawit tersebut.

Sekira pukul pukul 11.30 WIB, Wakil bupati Abdya, Muslizar MT menjumpai para peserta aksi. Kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Abdya itu disambut tepuk tangan dan yel-yel hidup ‘Wakil Bupati’.

BACA JUGA...  HUNTARA II RESMI DISERAHKAN, 156 KK PENYINTAS BANJIR TEMPATI HUNIAN

Wakil bupati yang turun dari mobil dinas langsung naik ke atas mobil sound system peserta akasi dan berkumpul dengan orator yang sedang menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan mereka.

Setelah mendengarkan orasi yang bergantian disampaikan oleh orator aksi, wakil bupati Abdya akhirnya diberikan kesempatan untuk menjawab seluruh tuntutan para peserta aksi tersebut.

Dalam jawab tersebut, Muslizar MT menegaskan, terkait sawit dalam proses kelanjutan pembangunan PKS (Pabrik Kelapa Sawit) yang saat ini suratnya sudah di meja Gubernur. Dimaksudkannya, dengan adanya PKS nantinya pemerintah dapat mengontrol harga tandan sawit.

Terkait harga gabah, Muslizar menyebutkan 2019 pemerintah telah mengangarkan pembangunan rumah mesin umum arau pabrik padi senilai Rp 10 Miliar yang jika selesai, maka petani bisa jual gabahnya ditempat tersebut tidak perlu jual ke agen luar yang harganya relative dipermainkan.

BACA JUGA...  Presma Unsyiah: Jika Ibukota Dipindahkan, Kembalikan Emas Aceh

Selain itu, wabup juga menjawab tuntutan mahasiswa terkait AKN, menurutnya AKN akan terus diupayakan, sehingga para mahasiswa dapat diwisuda secepatnya. Terkait Pendopo bupati yang baru, disana nantinya akan dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan, MAA, MPD, KNPI dan Pramuka.

Setelah menjelaskan beberapa tuntutan termasuk, Muslizar menandatangani tuntutan mahasiswa yang sudah disiapkan, yang selanjutnya mahasiswa membubarkan diri dengan tertib kembali ke titik kumpul di Lapangan Persada Blangpidie.

Aksi damai yang mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan satpol PP turut hadir Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori SIK, Wakapolres, Kasatpol PP dan sejumlah pejabat Pemkab Abdya lainnya.(TM).

Berita Terkait

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

KESEHATAN

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:47 WIB

PEMERINTAHAN

Musriadi: Masa Muda Adalah Waktu Menanam Masa Depan

Senin, 31 Agu 2026 - 22:07 WIB

RAGAM BERITA

Warga Aceh Timur Meriahkan JASERA 2026 Bersama Medco E&P Malaka

Senin, 31 Agu 2026 - 20:59 WIB

NANGGROE

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agu 2026 - 23:00 WIB

Saat anggota TNI memadamkan api hutan terbakar.

MILITER

TNI Padamkan Api 

Minggu, 30 Agu 2026 - 22:44 WIB