Serumit itukah?, teknik konstruksi pada pekerjaan tersebut? Atau bahan bakunya yang terlalu mahal dan sulit diperoleh?. Atau jangan-jangan ada kegagalan perencanaan oleh pihak pengguna jasa (PPK)?, jangan masyarakat diajak untuk berpikir negatif, apa dan kenapa jembatan kembar itu urung selesai.
Sak wasangka bisa saja terjadi. Apakah ada [Anomali] dari proses pekerjaan jembatan tersebut?, jika ada kenapa para pemangku kebijakan bungkam, tidak menjelaskan kepada masyarakat? Lalu jangan elemen diajak untuk mengendus bau tak sedap yang terjadi pada proses pelaksana pekerjaan.
Proyek dengan kode 80466064 bukanlah pekerjaan ecek-ecek. Itu butuh perhatian secara khusus, betapa tidak? Jembatan yang menghubung antar kabupaten kota dan provinsi terkesan stag.
Lalu, sampai kapan masyarakat harus menunggu jembatan itu selesai, haruskah audit elemen masyarakat bergerak untuk membongkar dugaan rasuah di lambung Adbomen jembatan yang dianggap kembar itu? Ikuti terus, episode selanjutnya yang mulai dibuka lembarannya. [Syawaluddin].
Halaman : 1 2














