Tak tanggung-tanggung anggaran yang terserap untuk pembangunannya mencapai Rp. 99.848.985.000 [Rp99,9 miliar rupiah]. Meski dilakukan secara Multy Years Contract (MYC), tetapi progresnya tidak seperti yang di harapkan.
KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id – Proyek pembangunan jembatan [Dianggap] kembar Aceh Tamiang yang sejatinya untuk mengurai kemacetan di kabupaten penghujung timur Aceh tersebut belum juga selesai di kerjakan, ada apa ya?.
Sudah dua tahun kalender berjalan, jembatan kembar itu dikerjakan belum menunjukkan dampak positif terhadap masyarakat, upaya kelancaran distribusi bahan pokok, hasil bumi dan lainnya melalui lintas terpadat di jalur timur Aceh itu.
Anggarannya fantastis terserap, untuk pembangunannya mencapai Rp. 99.848.985.000 [Rp99,9 miliar rupiah]. Meski dilakukan secara Multi Years Contract (MYC), tetapi progresnya tidak seperti yang di harapkan.
Padahal dampak dari pembangunannya yang dirasakan bagi sebagian sekelompok masyarakat kecil harus terusik dan terusir karena pekerjaannya. Padahal mereka [Masyarakay yang terdampak] menggantungkan hidup melalui bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di area pembangunan tersebut.
Pertanyaannya, sampai sejauh apa pihak pengguna jasa (PPK) dan kontraktor pelaksana serius membangun [Si Manis Jembatan Tamiang]. Sarana penghubung vital tersebut?.





