“Secara ekonomis, para nelayan kepiting dan ikan telah mengambil manfaat besar dari situ untuk mengais rezeki bagi kebutuhan keluarganya.”
[Yusriono. Ketua YSLI]
- HUT ke-81 RI di Kuala Pusong Kapal Menyatukan Semangat Kebangsaan, Konservasi, dan Harapan Baru bagi Pesisir Aceh Tamiang
PAGI di ujung Aceh Tamiang itu tidak sekadar dimulai dengan pengibaran Merah Putih.
Di tepian muara Sungai Tamiang, tempat air sungai bertemu dengan Selat Malaka, bendera kebangsaan berkibar di tengah lanskap pesisir yang terus berubah. Di tempat yang sama, ratusan anak Tuntong Laut menunggu saat untuk kembali ke alam.
Kuala Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, pada 17 Agustus 2026 menjadi ruang pertemuan antara sebuah peringatan nasional dan ikhtiar menjaga kehidupan di pesisir.
Hari itu, penghormatan terhadap Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dirangkaikan dengan pelepasliaran 640 anakan Tuntong Laut (Batagur borneoensis).
Dua kegiatan yang sekilas berbeda itu sesungguhnya memiliki satu benang merah: menjaga ruang hidup.
Di satu sisi, manusia memperingati kemerdekaan. Di sisi lain, satwa dikembalikan kepada habitatnya. Sementara itu, di bawah permukaan air, pekerjaan pengerukan terus dilakukan untuk membuka kembali jalur muara yang mengalami pendangkalan.
Penulis : Syawaluddin
Editor : Syawaluddin Ksp
Sumber Berita: YSLI















