Kongres Persatuan PWI yang Diragukan Persatuannya

Minggu, 31 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Junaidi Rusli

Kongres Persatuan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2025 di Cikarang seharusnya menjadi momentum bersejarah untuk mengakhiri konflik internal dan memperkuat soliditas organisasi wartawan tertua di Indonesia.

Namun, alih-alih melahirkan rekonsiliasi sejati, kongres ini justru menyisakan pertanyaan besar: benarkah persatuan itu sungguh-sungguh terjadi?

Persatuan atau Sekadar Deklarasi?

Islah yang digadang-gadang antara dua kubu—Hendry Ch Bangun (HCB) dengan legalitas SK Kemenkumham, dan Zulmansyah Sekedang dengan hasil KLB Jakarta—pada kenyataannya masih menyisakan rivalitas.

BACA JUGA...  Politik Bukan Milik Elit :  Pelajaran dari Zohran Mamdani untuk Anak Muda Aceh di Pilchiksung

Sebelum kongres, kedua pihak masih melakukan manuver politik, sementara pasca kongres, aroma persaingan tetap kentara.

Rivalitas itu memuncak pada pemilihan Ketua Umum PWI periode 2025–2030. Kubu HCB tetap mengusung Hendry Ch Bangun, sedangkan kubu Zulmansyah mendorong Akhmad Munir.

Kontestasi internal yang sarat intrik akhirnya dimenangkan Akhmad Munir. Namun kemenangan ini bukan simbol rekonsiliasi, melainkan menambah keraguan publik terhadap kesungguhan “persatuan” yang diklaim.

BACA JUGA...  Sebaiknya Jokowi Segera Terbitkan Perpres Penundaan Pemilu 2024, Daripada Menerbitkan Perpres Publisher Rights

Jurnalisme yang Absen di Rumah Wartawan

Ironisnya, pertarungan politik internal ini tidak sepenuhnya diwarnai adu visi dan gagasan. Justru terjadi serangan pemberitaan tidak berimbang terhadap kubu tertentu.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:42 WIB