Operasional Objek Wisata PLTD Apung Tidak Dianggarkan Lagi Oleh Pusat

Kamis, 14 November 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (MA)- Operasional objek wisata Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung yang berada di Gampong (Desa) Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, untuk tahun depan tidak lagi di biayai dari Anggaran Kementerian ESDM.

“Informasi tersebut diketahui, pada saat Kunjungan kerja (Kunker) Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh ke Badan Pusat Survey Geologi Kementerian ESDM,” ujar Ramza Harli, SE kepada media ini, Kamis 14 November 2019. 

Untuk mengatasi hal tersebut, kita berharap kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, segera mengajukan Anggaran pada APBK Tahun 2020, guna melanjutkan operasional objek wisata PLTD Apung. Hal tersebut, telah juga kita sampaikan pada saat Rapat kerja Komisi II dengan Dinas Pariwisata.

BACA JUGA...  Bersihkan Situs Bersejarah, Pemuda Pancasila Sabang Dapat Apresiasi Masyarakat

“Kami tidak sanggup membayangkan, apabila dana operasional objek wisata tersebut tidak lagi tersedia,” kata Ramzah.

Ia menjelaskan, bahwa selama ini tidak ada sumber pendapatan dari situ, karena untuk masuk ke lokasi objek wisata PLTD Apung tidak dipungut biaya apapun.

“Saya sangat memahami kondisi objek wisata ini, karena saya juga bermukim disekitar areal kawasan wisata PLTD Apung. Banyak sekali kebutuhan anggaran untuk membiayai operasional disitu, mulai dari biaya listrik, biaya cleaning service, honor tenaga kontrak untuk security sampai dengan tenaga guide pemandu wisata,” sebut Ramza.

Ia juga mengatakan, bahwa objek wisata PLTD Apung ini, perlu mendapat perhatian yang serius dari Pemerintah Kota, karena objek wisata ini merupakan salah satu destinasi favorit dari seluruh wisatawan mulai dari lokal hingga wisatawan mancanegara.

BACA JUGA...  Kadis Pertanian Abes Akan Bangun Embung Daerah Persawahan Tadah Hujan

Lanjutnya, hampir setiap hari wisatawan dari mancanegara berkunjung ke PLTD Apung. Sedangkan pada musim liburan sekolah, dapat kita lihat banyak sekali turis lokal yang datang hingga membuat sesak dan macet di kawasan areal objek wisata tersebut.

Objek wisata yang sudah mendunia ini harus terus dijaga dan dirawat agar para wisatawan tidak bosan-bosannya berkunjung dan tidak merasa kecewa datang kesitu.  Apalagi saat ini, Wali Kota sedang giat giatnya mendorong sektor pariwisata agar mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain itu, Ramza juga menambahkan, agar objek wisata ini terus diminati oleh para pengunjung, maka perlu dilakukan pengembangan secara terus menerus di kawasan tersebut, dengan didukung oleh adanya event-event pertunjukan seni budaya daerah Aceh yang populer.

BACA JUGA...  Amankan Sail Sabang 2017, Ribuan Pasukan Keamanan Dikerahkan

Sementara, persoalan lainnya yang sangat mendesak saat ini adalah, sempitnya jalan menuju ke komplek wisata PLTD Apung, dan ditambah lagi lahan tempat parkir yang sempit.

Berdasarkan hal itu, Ramza menyarankan agar dilakukan lagi pembebasan lahan di areal kawasan wisata tersebut. Ia juga meminta agar kapal PLTD Apung ini dapat dijaga dan dirawat dengan sebaik baiknya, karena kapal yang sebesar ini hanya satu-satunya yang ada didarat.

“Saya agak khawatir, suatu saat kapal ini akan keropos dikarenakan posisi lantainya langsung di atas tanah. Sebaiknya kapal tersebut diberi penyanggah agar tidak langsung bersentuhan dengan tanah,” pinta Ramza Harli. (Ahmad Fadil)

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Wagub Aceh Raih Penghargaan Penguat Ekonomi Syariah

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:34 WIB

RAGAM BERITA

35 Peserta Muda Berebut Tiket Bintang Radio Nasional

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:59 WIB