Kadis Pertanian Abes Akan Bangun Embung Daerah Persawahan Tadah Hujan

Senin, 13 Februari 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JANTHO| AP- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar berencana membangun embung di kawasan Lampanah, Kecamatan Indrapuri, untuk mengoptimalkan lahan persawahan yang saat ini masih tadah hujan di kawasan tersebut.

“Ada sekitar 350 hektare sawah di daerah tersebut yang saat ini baru digunakan secara swadaya oleh masyarakat sekitar 50 hektare, selebihnya belum dimanfaatkan secara optimal,” kata Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Ahmad Tarmizi SP MM di Aceh Besar, Minggu.(12/2/1017).

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela menghadiri kenduri sawah dan meninjau langsung areal persawahan di daerah Lampanah, Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar.

BACA JUGA...  Kepsek dan Guru Aceh Timur ditempa K.13

Ia menjelaskan salah satu cara untuk mengatasi persoalan masyarakat tersebut yakni areal persawahan yang masih tadah hujan, Pemkab Aceh Besar akan mencari solusi kendala pendanaan pembangunan embung di daerah tersebut.

“Kita akan membangun embung di daerah itu dengan sumber air berasal dari Waduk Keliling yang nantinya dapat mengairi daerah persawahan masyarakat di daerah setempat,” katanya.

Ia meyakini dengan tersedianya embung di daerah tersebut maka ratusan hektare sawah tadah hujan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan produksi dan menyejahterakan petani di daerah setempat.

BACA JUGA...  Wisatawan Berkunjung ke Aceh Hingga November 2025 Capai 18,3 Juta Orang

“Kami yakin dengan tersedianya embung tersebut maka seluruh areal pertanian di kawasan Lampanah dapat dimaksimalkan dan produksi pertanian juga akan meningkat di masa mendatang,” katanya.

Ia mengatakan tingkat partisipasi masyarakat di daerah setempat sangat tinggi dalam upaya mengoptimalkan areal persawahan yang ada selama ini.

Tarmizi menjelaskan tingkat partisipasi masyarakat di daerah setempat, sangat tinggi dalam upaya mengoptimalkan areal persawahan yang ada selama ini. Untuk lahan yang belum termanfaatkan secara optimal, akan dijadikan sebagai salah satu lokasi untuk penanaman kedelai oleh masyarakat di Aceh Besar.

BACA JUGA...  Wapres Jusuf Kalla Buka Sail Sabang 2017

“Kami juga meminta dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat untuk mengoptimalkan lahannya dengan menanam kedelai,” katanya.

Dia menyebutkan total areal persawahan di Kabupaten Aceh Besar mencapai sekitar 31.000 hektare, 12.000 hektare di antaranya merupakan areal persawahan tadah hujan.[Relis]

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Wagub Aceh Raih Penghargaan Penguat Ekonomi Syariah

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:34 WIB

RAGAM BERITA

35 Peserta Muda Berebut Tiket Bintang Radio Nasional

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:59 WIB