Taman Putri Meulue: Destinasi Wisata Kekinian yang Menghidupkan Simeulue

Minggu, 1 Desember 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keberhasilan Pemkab Simeulue dalam mengelola Taman Putri Meulue menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang bermanfaat untuk berbagai pihak. Kebersihan dan kenyamanan taman yang terjaga membuat wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung, sehingga mereka pun senang menghabiskan waktu di area ini.

Selain Taman Putri Meulue, Kabupaten Simeulue sendiri menyimpan kekayaan alam yang sangat memikat. Dikenal sebagai pulau terluar di Provinsi Aceh, Simeulue berada sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra, tepat di tengah-tengah Samudra Hindia. Sejak dimekarkan dari Kabupaten Aceh Barat pada tahun 1999, Kabupaten Simeulue yang terdiri dari 10 kecamatan dan 138 desa (atau disebut gampong) ini terus mengalami perkembangan, baik dari segi infrastruktur maupun pariwisata.

BACA JUGA...  Dewan Aceh Besar Dorong Optimalkan Penyuluh Pertanian

Dengan populasi sekitar 96 ribu jiwa, Simeulue dikenal dengan kekayaan budaya dan keramahan masyarakatnya yang menyambut setiap wisatawan dengan hangat. Selain Taman Putri Meulue, Simeulue juga menawarkan pantai-pantai indah dan alam bawah laut yang eksotis, menjadikannya tujuan wisata yang menjanjikan bagi pecinta alam dan petualang.

Taman Putri Meulue adalah salah satu bukti nyata dari potensi pariwisata di Simeulue yang terus berkembang. Dengan konsep wisata keluarga dan lingkungan hijau, taman ini memberikan alternatif berwisata yang menyenangkan dan aman, terutama bagi wisatawan yang datang bersama anak-anak. Tak hanya wisatawan lokal, wisatawan dari daerah lain di Aceh juga tertarik mengunjungi taman ini karena suasananya yang nyaman dan lengkap dengan berbagai fasilitas.

BACA JUGA...  PPN Ke-XIV Akan Digelar 24 Juni di Aceh Tengah dan Dibuka Oleh Menteri Kebudayaan 

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Anggota DPR-RI asal Aceh Muslim Ayub berfoto bersama jajaran Lapas Kelas IIA Banda Aceh, saat kunker ke rumah tahanan itu, Kamis, (3/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:46 WIB