Tak Cuma Kesenian, Turis Lansia Asal Brazil Antusias ‘Ulek’ Adonan Boh Rom-Rom di Aceh Jaya

Sabtu, 8 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengalaman tersebut ternyata mendapat sambutan antusias dari para wisatawan. Meski sebagian besar anggota delegasi telah berusia lanjut, mereka tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan pembuatan.

Canda dan gelak tawa pun mewarnai kegiatan ketika para wisatawan mencoba membulatkan adonan menggunakan tangan mereka sendiri. Aktivitas sederhana tersebut menjadi momen interaksi yang mencairkan suasana sekaligus mempererat hubungan antara wisatawan Brazil dan masyarakat Aceh.

BACA JUGA...  Dua Mahasiswa Aceh Jaya di Banda Aceh Dianiaya Oleh OTK

Irmayani mengatakan, pengenalan Boh Rom-Rom kepada wisatawan mancanegara bukan sekadar memperkenalkan makanan tradisional, tetapi juga menjadi sarana untuk memperlihatkan nilai kebersamaan yang hidup dalam masyarakat Aceh.

“Kami ingin mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut merasakan prosesnya. Boh Rom-Rom memiliki filosofi kebersamaan yang sederhana, namun berkesan. Ternyata mereka sangat menikmatinya,” ujar Irmayani di sela-sela kegiatan.

BACA JUGA...  Saat Rapat Persiapan Sabang Sail 2017, Ini Laporan Kadis Budpar Aceh

Ketika mencicipi Boh Rom-Rom yang telah selesai dibuat, para wisatawan juga menunjukkan ketertarikan terhadap cita rasanya. Perpaduan tekstur kenyal dari tepung ketan, manisnya gula merah sebagai isian, serta gurihnya parutan kelapa memberikan pengalaman rasa yang berbeda bagi mereka.

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

 Helmi ketua PETA Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:46 WIB

RAGAM BERITA

FPRMI Aceh Bahas Batas Pidana Pers

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:25 WIB

Puncak Gunung Lubuk Layu Samadua yang biasanya tampak menghijau dari kejauhan sekitar 3-4 Km, mini terlihat diliputi kabut asap.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:19 WIB

EKBIS

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:13 WIB