Sensasi gula merah yang meleleh ketika Boh Rom-Rom digigit menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian para wisatawan. Makanan tradisional tersebut sekaligus menjadi pintu masuk bagi mereka untuk mengenal lebih jauh kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh.
Kehadiran delegasi FFI Brazil melalui program Journeys tidak hanya menghadirkan perjalanan wisata, tetapi juga membuka ruang pertukaran budaya secara langsung. Wisatawan dapat berinteraksi dengan masyarakat, mengenal tradisi, mencicipi kuliner lokal, serta memahami nilai-nilai yang terkandung di balik berbagai kebiasaan masyarakat Aceh.
Pengalaman membuat Boh Rom-Rom menjadi salah satu bagian yang memperkaya perjalanan mereka di Aceh Jaya. Jika sebelumnya mereka menikmati Aceh melalui pertunjukan seni dan panorama alam, kali ini mereka merasakan langsung kehangatan budaya melalui aktivitas kuliner.
Melalui pola wisata berbasis pengalaman seperti ini, Aceh tidak hanya menjadi destinasi yang menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan kekayaan budaya dan tradisi yang dapat dikenang oleh wisatawan mancanegara.
Para anggota delegasi FFI Brazil pun diharapkan membawa pulang bukan hanya foto dan cerita tentang keindahan Aceh, tetapi juga kenangan tentang keramahan masyarakat serta cita rasa khas Boh Rom-Rom yang mereka buat dan nikmati bersama.(TM)




