Pantan Terong, Surga di Atas Awan yang Memikat Wisatawan Saat Libur Lebaran

Jumat, 4 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para wisatawan diatas Puncak Pantan Terong, Aceh Tengah.(Foto : mediaaceh.co id).

Para wisatawan diatas Puncak Pantan Terong, Aceh Tengah.(Foto : mediaaceh.co id).

ACEH TENGAH | MA – Saat libur panjang Idulfitri 1446 H, Dataran Tinggi Gayo kembali mencuri perhatian sebagai salah satu destinasi wisata paling diburu di Aceh.

Di balik kesejukan pegunungan dan hamparan hijaunya alam, tersimpan sebuah spot yang tak pernah gagal memukau hati para pelancong, Pantan Terong.

Terletak di Kecamatan Bebesen, sekitar 8 kilometer dari pusat Kota Takengon, Pantan Terong berdiri anggun di ketinggian hampir 1.800 meter di atas permukaan laut.

BACA JUGA...  Disbudpar Aceh-Instansi Pemerintah Bahas Penemuan Makam Kuno di Areal Bendungan Keureuto

Dari puncaknya, pengunjung dimanjakan dengan panorama spektakuler. Kota Takengon tampak mungil di kejauhan, Danau Lut Tawar membentang tenang seperti cermin alam, dan barisan bukit-bukit hijau menyatu dengan langit biru.
Udara yang sejuk, semilir angin yang membelai wajah, serta aroma khas pinus yang menyegarkan, menjadikan tempat ini bukan sekadar tujuan wisata, tapi juga ruang pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kehidupan.

BACA JUGA...  Penghasilan Tambahan Bupati dan Wabup Aceh Tamiang Sebesar 1,2 Miliar Tak Sesuai Ketentuan

Fajri, warga Pidie Jaya yang sengaja membawa keluarganya ke sini selama libur Lebaran, menyampaikan kekagumannya. “Melihat Takengon dari ketinggian seperti ini sungguh luar biasa. Pantan Terong punya segalanya, pemandangan, udara segar, hingga kopi Gayo yang nikmat,” tutur Fajri.

Tak hanya pemandangan, perjalanan menuju ke sana pun menjadi bagian dari pesona. Jalur yang menanjak dengan pemandangan kebun-kebun sayuran warga di kiri dan kanan jalan, menjadikan setiap meter perjalanan terasa seperti petualangan yang memanjakan mata.

BACA JUGA...  Wagub Makan Malam Bersama Sejumlah Menteri di Sabang  

Berita Terkait

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB