Sycophant Dalam Diferensiasi Sebuah Pendekatan

Jumat, 10 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Hamdan Budiman

Dalam interaksi sosial, kita sering menemui ungkapan “memuji sambil menjilat.” atau Sycophant” menunjukkan “penjilat yang tidak tulus”. Kata ini berasal dari sistem hukum Athena Klasik.

Istilah ini juga merujuk pada tindakan memberikan pujian kepada seseorang dengan maksud tersembunyi, sering kali demi keuntungan pribadi.

BACA JUGA...  Hutan yang Dikhianati: Krisis Tata Kelola, Ketamakan, dan Masa Depan Aceh

Fenomena ini dapat terjadi di berbagai konteks, termasuk dalam lingkungan profesional, politik, hingga dalam hubungan interpersonal.

Mari kita gali lebih dalam tentang makna, konotasi, serta perbedaan antara memuji secara tulus dan memuji dengan niatan tersembunyi (menjilat).

Pujian adalah bentuk interaksi yang positif. Secara alami, manusia cenderung mencari pengakuan dan penghargaan dari orang lain.

BACA JUGA...  Satgas 100 Triliun

Namun, ketika pujian tersebut didasari oleh niatan untuk menjilat, terjadilah suatu proses manipulatif yang dapat merusak integritas hubungan.

Orang yang menjilat mungkin memberikan pujian berlebihan kepada orang yang dianggap memiliki kekuasaan atau posisi penting untuk mendapatkan sesuatu, seperti promosi, proyek, atau bahkan perlindungan.

Dalam situasi ini, pujian tidak lagi bersifat objektif, melainkan terdistorsi oleh kepentingan pribadi.

BACA JUGA...  Menyibak Selubung KMB

Di sisi lain, pujian yang tulus datang dari penghargaan yang nyata terhadap apa yang dilakukan oleh orang lain.

Berita Terkait

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik
JKA: Ibarat Buah Simalakama
Refleksi Kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Tantangan dan Harapan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:52

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:08

Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis

Berita Terbaru

FEATURE

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43