Rotasi Pejabat, Publik Menunggu Bukti Kinerja

Kamis, 5 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam teori administrasi publik klasik, Max Weber memandang birokrasi ideal sebagai organisasi rasional yang bekerja berdasarkan pembagian tugas yang jelas, kompetensi teknis, serta hierarki yang bersifat impersonal. Rotasi jabatan dipahami sebagai mekanisme untuk mencegah stagnasi organisasi, memperluas pengalaman manajerial aparatur, dan menjaga profesionalisme birokrasi. Dengan demikian, rotasi bukanlah sebuah anomali, melainkan instrumen manajemen yang sah sepanjang dijalankan secara objektif dan konsisten.

BACA JUGA...  MBG yang Bagus dalam Perencanaan, Namun Amburadul dalam Pelaksanaan

Namun demikian, dalam perspektif tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), legalitas tidak selalu identik dengan legitimasi. UNDP menempatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas sebagai pilar utama pemerintahan yang berkualitas. Tantangan utama rotasi pejabat di Aceh Barat bukan terletak pada kewenangan kepala daerah, melainkan pada sejauh mana dasar evaluasi kinerja dan uji kompetensi dikomunikasikan secara terbuka, baik kepada publik maupun internal birokrasi.

BACA JUGA...  Soal BUMN, Mensesneg "Kangkangi" Presiden

Minimnya informasi mengenai indikator dan hasil penilaian berpotensi melahirkan apa yang dalam literatur kebijakan disebut sebagai defisit legitimasi administratif.

Dari sisi pelayanan publik, Osborne dan Gaebler melalui konsep reinventing government menekankan pentingnya birokrasi yang berorientasi pada hasil (outcome), bukan sekadar kepatuhan terhadap prosedur.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru