Rabbani Wahed: Energi Gerak, Lantunan Dzikir dan Warisan Budaya Aceh

Kamis, 20 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Kekayaan seni tradisi Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari pengembangan wisata budaya. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat destinasi, tetapi juga dapat mengenal kehidupan, nilai dan identitas masyarakat Aceh melalui seni yang ditampilkan,” ungkapnya.

Menurut dia, promosi seni tradisi juga perlu mengikuti perkembangan zaman. Festival budaya, agenda pariwisata, komunitas seni, lembaga pendidikan hingga platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kesenian Aceh kepada masyarakat yang lebih luas.

BACA JUGA...  Nilai Komitmen Business Matching di Aceh Tourism Roadshow Capai Rp. 1,2 M, UMKM Laku Rp. 230 Juta

“Kita perlu membuka ruang yang lebih luas bagi seni tradisi untuk tampil dan dikenal. Promosi melalui festival, kegiatan kebudayaan, pendidikan maupun media digital dapat menjadi sarana untuk mendekatkan kesenian Aceh kepada generasi muda sekaligus memperkenalkannya kepada wisatawan,” ujarnya.

Menjaga Warisan dari Samalanga

Perubahan zaman dan berkembangnya industri hiburan membuat seni tradisional menghadapi tantangan tersendiri. Generasi muda kini tumbuh dengan berbagai bentuk hiburan dan ekspresi budaya baru.

BACA JUGA...  Sekda Aceh Hadiri Penutupan Pekan Kebudayaan Bireuen I

Karena itu, menjaga keberadaan Rabbani Wahed membutuhkan lebih dari sekadar pementasan pada acara tertentu.

Regenerasi penari, dokumentasi, pendidikan budaya dan ketersediaan ruang pertunjukan menjadi bagian penting agar kesenian tersebut tetap hidup.

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB