“Kekayaan seni tradisi Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari pengembangan wisata budaya. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat destinasi, tetapi juga dapat mengenal kehidupan, nilai dan identitas masyarakat Aceh melalui seni yang ditampilkan,” ungkapnya.
Menurut dia, promosi seni tradisi juga perlu mengikuti perkembangan zaman. Festival budaya, agenda pariwisata, komunitas seni, lembaga pendidikan hingga platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kesenian Aceh kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kita perlu membuka ruang yang lebih luas bagi seni tradisi untuk tampil dan dikenal. Promosi melalui festival, kegiatan kebudayaan, pendidikan maupun media digital dapat menjadi sarana untuk mendekatkan kesenian Aceh kepada generasi muda sekaligus memperkenalkannya kepada wisatawan,” ujarnya.
Menjaga Warisan dari Samalanga
Perubahan zaman dan berkembangnya industri hiburan membuat seni tradisional menghadapi tantangan tersendiri. Generasi muda kini tumbuh dengan berbagai bentuk hiburan dan ekspresi budaya baru.
Karena itu, menjaga keberadaan Rabbani Wahed membutuhkan lebih dari sekadar pementasan pada acara tertentu.
Regenerasi penari, dokumentasi, pendidikan budaya dan ketersediaan ruang pertunjukan menjadi bagian penting agar kesenian tersebut tetap hidup.















