Rabbani Wahed: Energi Gerak, Lantunan Dzikir dan Warisan Budaya Aceh

Kamis, 20 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dari akar tradisi tersebut, Rabbani Wahed berkembang menjadi pertunjukan dengan karakter yang kuat. Para penari tampil dalam formasi rapat dan bergerak kompak mengikuti irama serta lantunan yang dibawakan secara bersama-sama.

Ketika Dzikir Menjadi Bahasa Seni

Keunikan Rabbani Wahed tidak hanya terletak pada koreografi. Unsur suara menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertunjukan.

BACA JUGA...  Pendaftaran Mini Vlog TikTok Wisata Sejarah Kota Sabang Diperpanjang, Buruan Daftar

Para penari melantunkan syair bernuansa Islami, termasuk pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Lantunan tersebut berpadu dengan pukulan rebana dan gerakan tubuh yang terus bergerak mengikuti irama.

Perpaduan itu menghasilkan suasana yang khas. Penonton tidak hanya disuguhi pertunjukan yang energik, tetapi juga diajak merasakan nuansa spiritual yang menjadi bagian dari identitas kesenian tersebut.

BACA JUGA...  Prediksi Sheffield Wednesday vs Watford, EFL Championship 2 November 2024

Kepala Bidang Bahasa dan Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Nurlaila Hamjah, S.Sos., M.M., mengatakan Tari Rabbani Wahed merupakan salah satu contoh bagaimana seni tradisi Aceh berkembang dalam lingkungan masyarakat yang kuat dengan nilai-nilai keislaman.

“Tari Rabbani Wahed merupakan salah satu bentuk kekayaan seni tradisi Aceh yang memiliki keunikan tersendiri. Di dalamnya tidak hanya terdapat unsur gerak dan keindahan pertunjukan, tetapi juga syair, dzikir, shalawat serta nilai-nilai kebersamaan dan keislaman yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Aceh,” ujar Nurlaila.

BACA JUGA...  Akibat Jebolnya Tanggul Krueng Pasee, SD 1 Samudera Terendam Banjir

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat
Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan
Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim
Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi
Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital
Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang
Dinas Koperasi Aceh Diminta Hentikan Langkah Sepihak
SPS Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tinggalkan Jejak Panjang Pers Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Ajak Aparat Rangkul Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kapolres Sabang Temui Warga Batee Shoek, Serap Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 19:41 WIB

Disbudpar Aceh Dorong Aksara Jawi Masuk Era Digital

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB