Menurutnya, kekuatan seni tradisi tidak semata-mata berada pada bentuk pertunjukannya, tetapi juga pada nilai dan sejarah yang diwariskan di dalamnya.
“Seni tradisi akan semakin bermakna ketika masyarakat, khususnya generasi muda, memahami bukan hanya bentuk pertunjukannya, tetapi juga nilai dan sejarah yang ada di baliknya. Karena itu, pengenalan dan regenerasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kesenian tradisional Aceh,” katanya.
Energi Meugrob dan Kekompakan Para Penari
Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian dalam pertunjukan Rabbani Wahed adalah gerakan melompat yang dilakukan secara serentak.
Gerakan tersebut membutuhkan kekuatan fisik sekaligus konsentrasi tinggi. Para penari harus menjaga irama, posisi dan koordinasi agar seluruh gerakan tetap menyatu.
Di sinilah semangat kebersamaan terasa begitu kuat.
Tidak ada ruang bagi gerakan yang berjalan sendiri. Setiap penari harus mengikuti ritme kelompok. Satu gerakan yang tidak tepat dapat memengaruhi keselarasan keseluruhan pertunjukan.
Semakin cepat irama dimainkan, semakin dinamis pula gerakan para penari. Energi yang muncul dari panggung pun semakin terasa.
Meski terlihat sederhana ketika ditonton, pertunjukan tersebut membutuhkan latihan yang tidak sedikit. Ketahanan fisik, disiplin, konsentrasi dan kemampuan menjaga kekompakan menjadi bagian penting dalam setiap penampilan.
Busana yang Menguatkan Identitas Aceh
Selain gerakan dan lantunan syair, penampilan Tari Rabbani Wahed juga diperkuat oleh busana tradisional Aceh.















