Pilchiksung: Panggung Anak Muda untuk Turun Tangan
Pilchiksung bukan sekadar soal siapa yang terpilih menjadi keuchik. Ini adalah momentum perbaikan tata kelola pemerintahan gampong, di mana anak muda Aceh seharusnya berani tampil, menawarkan gagasan, dan membawa energi baru dalam kepemimpinan lokal.
Belajar dari Zohran Mamdani, ada beberapa pesan penting yang patut direnungkan oleh anak muda Aceh.
Pertama, jangan takut melawan status quo. Artinya, seperti Mamdani yang dibuktikannya. Dia berani menantang kandidat mapan di New York.
Anak muda Aceh juga harus berani melawan dominasi kelompok-kelompok lama, terutama jika mereka merasa ada stagnasi dalam pembangunan gampong.
Kedua, membangun gerakan berbasis komunitas seperti yang dibuktikan
Mamdani yang menang karena kekuatan akar rumput.
Anak muda Aceh bisa meniru ini dengan membangun dukungan warga dari bawah, melibatkan pemuda, perempuan, tokoh adat, dan kelompok rentan lainnya.
Ketiga, mengangkat isu rakyat, bukan politik elit.
Keuchik bukan sekadar jabatan administratif. Ini adalah posisi strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat desa: air bersih, jalan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan anak-anak, hingga transparansi dana desa.
Berikutnya, saatnya pemuda Aceh mengukir sejarah di gampong sendiri (tanah halaman).




