Keragaman budaya lokal di Indonesia adalah harta yang tak ternilai. Perilaku individu, kelompok, dan organisasi selalu terkait dan dipengaruhi oleh budaya lokal. Menurut kondisi ini, banyak teori dan sains terutama dalam masalah perilaku organisasi yang dihasilkan dari studi di luar negeri yang mengadopsi nilai-nilai dan budaya dari masing-masing daerah. Salah satu dari banyak perilaku individu yang paling menarik perhatian saat ini adalah pada Bahasa kepemimpinan.
Gaya komunikasi kepemimpinan Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) adalah gaya komunikasi yang katagori mempertahankan budaya Aceh dalam sisi Bahasa yang sering menyampain dalam pesan pidatonya dalam Bahasa daerah bek syeh syoh, bek karu. Jipeo ma jih kom boh.weh weuh geutanyo dan dimanapun pidato itu selalu ada menggunakan Bahasa daerahnya. Perkataan ini enteng diucapkan tapi berefek besar dalam memaknai dalam mempertahankan budaya Aceh dalam bidang Bahasa, Bahasa merupakan landasan identitas budaya suatu masyarakat. Setiap kata dan ungkapannya mengandung nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Bahasa memungkinkan individu untuk mengekspresikan identitasnya, melestarikan warisan budayanya, dan merayakan keunikannya dalam dunia yang semakin saling terhubung.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















