Pekerjaan IPAL di Lima Puskesmas Diduga Mal Pungsi dan Markup

Rabu, 19 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerjaan IPAL di Lima Puskesmas Diduga Mal Pungsi dan Markup. [Foto Syawaluddin | mediaaceh.co.id].

Pekerjaan IPAL di Lima Puskesmas Diduga Mal Pungsi dan Markup. [Foto Syawaluddin | mediaaceh.co.id].

Mengingat masalahnya ada pada kurangnya daya arus listrik di tiap tiap Puskesmas yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Program apa pun yang dibuat saat ini terkoneksi langsung dengan arus listrik, ini dahulu sangat perlu diperhatikan. Jika arus cukup baru bisa melakukan kebijakan program yang di jalankan,” ujarnya.

Dugaan Proses Pembuatan IPAL tidak Melalui Tahapan

BACA JUGA...  Benarkah Penggunaan DD Kuta Ateuh Sabang Bangun Cafe Bermasalah 

LembAHtari menyorot bahwa; ada dugaan dalam proses pembangunan fisik IPAL Cair B3 di Puskesmas yang ada di Aceh Tamiang tidak dilakukan sebagaimana mestinya, dalam tahapan proses perencanaannya.

Kajian DED nya, terutama tenaga untuk penggerak IPAL [Daya Kelistrikan] kesannya asal proyek tersebut bisa dibangun saja, pelaksana [Dinkes] tidak melihat bagaimana setelah dibangun bisa berpungsi atau tidak.

BACA JUGA...  Rumah Semi Permanen Terbakar Di Langkahan

Melihat fisik bangunan IPAL di lapangan dengan pagu Anggaran sebesar Rp620 juta, perlu dikaji ulang. Dikhawatirkan ada disharmonisasi anggaran yang semestinya.

Dikawatirkan anggaran terserap hanya separuh dari pagu Rp620 juta, jika meneliti secara detail bahan yang digunakan untuk pembangunan IPAL tersebut.

“Meski E-Katalog, apakah proses pekerjaan tersebut melalui tender?. Plank namanya saja tidak ada [Padahal Plank nama untuk mengenali apa, siapa dan bagaimana pekerjaan itu dilakukan dan anggaran dari mana]. Ini saja sudah memunculkan tanda tanya?. Tidak hanya di kalangan pemerhati tetapi juga pegawai di Puskesmas saja heran, kok tidak ada plank nama pekerjaannya,” beber Sayed.

BACA JUGA...  Tiga Wartawan Dihadang Saat Ketemu Ketua DPRK

Berita Terkait

KPK Usut Korupsi BPN
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku
Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

KPK Usut Korupsi BPN

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Kamis, 10 September 2026 - 17:40 WIB

Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB