Dan parahnya lagi pembuangan pipa limbah langsung ke parit warga [umum]. Dan cara kerjanyapun tidak efektif. Jika IPAL dihidupkan 1 menit saja arus listrik di puskesmas langsung padam, Karena kekurangan daya beban.
Apalagi itu, Daya listrik yang terpasang untuk tiap Puskesmas di Aceh Tamiang sebesar 90 Ampere, mengingat kondisi saat ini, kebutuhan itu tidak mencukupi, dengan banyaknya kunjungan pasien Rawat Jalan perharinya saja sudah mencapai 100 orang lebih. Ditambah pasien Rawat Inap.
Beban daya terpasang saat ini, hanya mampu untuk kebutuhan Puskesmas saja, non alat baru tambahan berkala yang dibutuhkan.
Jangankan untuk menghidupkan alat tambahan baru, daya listrik yang terpasang saja saat ini sudah kurang, hingga Puskesmas mengoptimalisasikannya dengan cara mematikan alat yang tidak terlalu bergantung, seperti Kipas angin atau Air Cinditioner (AC).
Hal itu dilakukan agar pasien rawat inap merasa nyaman dan tidak terganggu, akibat kurang daya arus listrik yang terpasang.
Saat ini, tiap tiap Puskesmas memiliki 7 dokter untuk melayani para pasien. 4 di antaranya dokter tidak tetap dan 3 lagi merupakan dokter tetap yang bertugas di Puskesmas.
Ada kesan aneh, untuk pengadaan di Puskesmas. Mengapa tidak? Untuk Proyek pengadaan Genset saja; peruntukkan tambahan untuk meminimalisir kekurangan daya arus listrik malah Mangkrak, tidak dapat digunakan secara permanen.




