Menyemai Masa Depan di Ruang Kelas; Jalan Panjang Meningkatkan Mutu Pendidikan

Menyemai Masa Depan di Ruang Kelas; Jalan Panjang Meningkatkan Mutu Pendidikan. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Digitalisasi dari Pinggiran

Transformasi pendidikan digital menjadi prioritas besar lainnya. Di tengah kesenjangan infrastruktur, Dinas Pendidikan menggandeng komunitas IT lokal dan relawan muda untuk mendampingi guru-guru di sekolah terpencil.

Kini, pelatihan digital teaching skills rutin digelar [bukan hanya di aula kabupaten, tapi juga langsung ke sekolah-sekolah].

Guru muda mulai terbiasa menggunakan Learning Management System (LMS) sederhana, sementara guru senior perlahan belajar mengadaptasi teknologi dalam pembelajaran.

BACA JUGA...  Marthunis Tekankan Budaya Kerja dan Evaluasi Sekolah sebagai Kunci Meningkatkan Mutu Pendidikan

“Digitalisasi ini bukan soal perangkat, tapi soal cara berpikir baru,” kata Sepriyanto. “Kalau guru bisa menginspirasi lewat layar kecil, maka tidak ada alasan anak di pedalaman tertinggal.”

Menautkan Dunia Sekolah dan Dunia Kerja

Aceh Tamiang dengan potensi agrarisnya diarahkan menjadi pusat pengembangan pendidikan vokasi.

Drs. Sepriyanto mendorong setiap SMK memiliki mitra industri lokal. Pola link and match yang selama ini sebatas seremonial kini ditargetkan menjadi bagian integral dari kurikulum.

BACA JUGA...  Sekretaris Daerah Puji Disdik Aceh, Ada Apa Ya?

SMK pertanian bekerja sama dengan koperasi sawit, SMK perikanan menjalin kemitraan dengan pelaku usaha tambak, dan SMK teknik membuka teaching factory untuk alat pertanian sederhana.

“Kalau pendidikan tidak beririsan dengan dunia kerja, kita hanya mencetak ijazah, bukan kemampuan,” tegasnya.

Guru sebagai Titik Poros Perubahan