Penguatan literasi dan numerasi berbasis gerakan bersama, bukan sekadar program formal.
Mendorong setiap sekolah memiliki proyek kolaboratif yang menghubungkan siswa dengan kehidupan nyata di sekitarnya [dari kebun, sungai, hingga industri kecil].
Pendidikan Berbasis Data dan Zonasi Mutu
Di bawah kendali Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aceh Tamiang kini sedang membangun Peta Mutu Pendidikan Daerah. Data hasil Asesmen Nasional, kondisi sarana, dan rasio guru dianalisis untuk membuat zona pengembangan kualitas, seperti zona inti, zona pengembangan, dan zona afirmasi.
Sekolah-sekolah di Karang Baru dan Kuala Simpang menjadi zona inti, tempat pelatihan guru dan uji coba inovasi pembelajaran.
Zona pengembangan seperti Rantau dan Seruway difokuskan pada penguatan digitalisasi. Sementara zona afirmasi di daerah pedalaman diberikan perhatian khusus [termasuk program guru keliling dan dukungan perangkat belajar].
“Pendekatan ini membuat intervensi kita lebih tepat sasaran,” jelas Sepriyanto. “Tidak bisa semua sekolah diperlakukan sama. Yang dibutuhkan di Kuala Simpang berbeda dengan di Sekerak.”
Langkah ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang memberi otonomi bagi sekolah untuk berinovasi sesuai konteks lokal.




