Menyemai Masa Depan di Ruang Kelas; Jalan Panjang Meningkatkan Mutu Pendidikan

Menyemai Masa Depan di Ruang Kelas; Jalan Panjang Meningkatkan Mutu Pendidikan. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Platform ini menampilkan data capaian literasi, numerasi, hingga laporan penggunaan anggaran. Tujuannya sederhana: menumbuhkan kepercayaan publik dan menjadikan masyarakat bagian dari kontrol sosial pendidikan.

“Transparansi bukan ancaman, tapi alat untuk membangun kepercayaan,” ujar Sepriyanto.

Sekolah yang Menyapa Semua Anak

Dalam arah kebijakan yang baru, pendidikan inklusif juga menjadi perhatian serius.

BACA JUGA...  Relawan Asal Malaysia Bersihkan Pantai Aceh

Anak-anak disabilitas, keluarga miskin, dan anak korban konflik sosial tetap menjadi bagian dari sistem pembelajaran.

Program Sekolah Ramah Anak diperluas dengan dukungan masyarakat dan lembaga sosial.

Karena, sebagaimana ditekankan oleh Sepriyanto, “tidak boleh ada anak di Aceh Tamiang yang tertinggal hanya karena lahir di tempat yang salah.”

Menyemai Asa di Tanah Subur

BACA JUGA...  Marthunis Tekankan Budaya Kerja dan Evaluasi Sekolah sebagai Kunci Meningkatkan Mutu Pendidikan

Aceh Tamiang memiliki tanah yang subur. Sungainya mengalirkan kehidupan, ladangnya menumbuhkan pangan.

Namun masa depan kabupaten ini tak akan ditentukan oleh seberapa banyak sawit tumbuh, melainkan oleh seberapa dalam pengetahuan mengakar di kepala anak-anaknya.

Di bawah kepemimpinan Drs. Sepriyanto, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencoba menanam sesuatu yang lebih abadi dari sekadar bangunan; menyemai budaya belajar dan semangat perubahan.