Ketika guru-guru di pelosok mulai berani berinovasi, ketika masyarakat kembali percaya pada sekolah, dan ketika pendidikan menjadi ruang tumbuh bagi semua anak [di situlah Aceh Tamiang benar-benar memerdekakan masa depannya].
“Bangsa besar lahir dari ruang kelas kecil, tempat guru menyalakan api perubahan tanpa pamrih.”
[Drs. Sepriyanto]. []




