Karena bagi warga DAS Tamiang, pemulihan bukan soal proyek; tetapi soal hak untuk hidup tanpa ketakutan.
NORMALISASI SUNGAI; AKAR MASALAH YANG TAK LAGI BISA DITUNDA
LANGKAH penentu arah jangka panjang; desain ulang tata kota dan tata wilayah, dengan fokus pada normalisasi Sungai Tamiang. Pemkab telah meminta Bappenas turun langsung melakukan kajian lapangan.
“Fokus utama desain ulang ini adalah normalisasi Sungai Tamiang,” ujar Armia.
Pernyataan ini secara implisit mengakui bahwa banjir Aceh Tamiang bukan semata faktor cuaca. Ada persoalan serius di hulu DAS; perubahan tata guna lahan, sedimentasi, dan degradasi lingkungan. Normalisasi sungai tanpa pembenahan hulu hanya akan menjadi solusi semu.
CATATAN INVESTIGATIF; ANTARA KOMITMEN DAN KONSISTENSI
TUJUH langkah yang dipaparkan Bupati Armia menunjukkan keseriusan pemerintah daerah. Satu di antara tujuh langkah itu pengerukan Kuala DAS Tamiang.
Namun, sejarah bencana di Aceh Tamiang mengajarkan bahwa komitmen sering kali melemah saat anggaran menipis dan sorotan publik meredup.
Kunci keberhasilan bukan hanya pada rencana, tetapi pada keberanian menertibkan akar masalah ekologis dan keterbukaan dalam setiap tahap pelaksanaan.
SETELAH BANJIR, SIAPA BERTAHAN?















